Sabtu, 9 Mei 2026

KB Jangka Panjang Perlu Dipopulerkan

Perlu upaya untuk memopulerkan metode KB jangka panjang seperti IUD serta kontrasepsi mantap (sterilisasi melalui vasektomi atau tubektomi).

Tayang:
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Gusti Sawabi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarif mengungkapkan penggunaan kontrasepsi pada perempuan menikah, baru mencapai angka 57,4%, dan masih terfokus pada metode jangka pendek seperti suntikan KB 3 bulan.

Oleh karena itu, perlu upaya untuk memopulerkan metode KB jangka panjang seperti IUD serta kontrasepsi mantap (sterilisasi melalui vasektomi atau tubektomi).

"Pemerintah tidak bisa bergerak sendirian. Dalam hal ini, kami membutuhkan peranan semua pihak termasuk pihak swasta," kata Sugiri dalam rilis kepada Tribunnews.com, Kamis (7/7/2011).

Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2007, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia. Tercatat AKI sebesar 228/100.000 kelahiran hidup.

Kondisi Indonesia jauh dari menggembirakan bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang mencatat AKI masing-masing 44/100.000 dan 31/100.000.

Yang mengkhawatirkan adalah, AKI di Indonesia hampir sama dengan Myanmar yang relatif lebih miskin. Angka rata-rata AKI untuk negara-negara berkembang di wilayah Asia Timur dan Pasifik juga hanya sepertiga dari angka di Indonesia.

Sugiri Syarif menambahkan, AKI merupakan sebuah indikator kunci keberhasilan sistem kesehatan sebuah negara dan menjadi area prioritas dalam Millenium Development Goals (MDGs). Menurut estimasi Bank Dunia, AKI di Indonesia bisa jadi lebih tinggi mengingat tidak semua kasus dilaporkan dan tercatat dalam data statistic negara.

Perdarahan menjadi penyebab utama komplikasi persalinan yang mengakibatkan kematian Ibu. Resiko komplikasi dapat muncul apabila Ibu melahirkan dalam usia terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan yang terlalu dekat, dan melahirkan terlalu sering.

"Apa arti statistik ini? Berarti suami kehilangan istrinya, orang tua kehilangan anak perempuannya, dan anak-anak kehilangan ibunya. Ini sebabnya kita perlu KB untuk membantu menjaga keluarga kita. Penggunaan kontrasepsi membantu Ibu mempersiapkan dirinya dalam menghadapi kehamilan sehingga memperkecil kemungkinan komplikasi yang timbul," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved