Jumat, 24 April 2026

Idul Fitri Moment Untuk Mengingatkan Pemerintah

Muhamad Ziyad, khatib Salat Ied menganggap bahwa Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk mengingatkan pemerintah.

Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhamad Ziyad, khatib Salat Ied di Perguruan muhamadyah 4 PCM Kramatjati, Jalan Dewi Sartika Raya, Jakarta Timur pagi ini, Selasa (30/08/2011), menganggap bahwa Idul Fitri dijadikan sebagai momen untuk mengingatkan pemerintah.

Saat ditemui wartawan usai digelarnya salat, ia mengatakan karena alasan tersebut maka kotbah pagi ini bertemakan "Pentingnnya amar ma'ruf dan nahi mungkar,"

Dalam kesempatan kali ini, ia berharap agar para pemimpin yang mengelola negeri ini dapat menegakan amal maruf nahi mungkar.

"Sebab kalau tidak negeri ini akan mengalami kebangkrutan yang lebih dahsyat," katanya.

Saat ditanya mengenai perbedaan waktu Idul Fitri, ia mengatakan bahwa hal tersebut salah satunya adalah karena perbedaan pemikiran, antara pemikiran dalil Abdulah bin Umar yang mengatakan bahwa jika hilal terhalang mendung maka puasa di tambah satu hari, serta pemikiran Ibnu Abast, yang menganjurkan perhitungan saat bulan terhalang mendung.

Perbedaan yang terjadi ini, sesungghnya karena ada dua dalil, yang pertama yang dibuat oleh abdulah bin umar yang menyatakan, sumulyati, puasalah kamu karena melihat bulan, kalau terhalang mendung, genapkanlah menjadi 30 hari,

Muhamadyah bisa menentukan idul Fitri hari ini karena melakukan Nisab Hakiki, yang melakukan perhitungan dengan pendekatan ilmu yang tingkat akurasinya lebih tinggi, dibandingkan dengan rukyat dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini.

"Dan sekarang kita membuktikan, saudara-saudara kita dari saudi Arabia, Qatar, Mesir bahkan tetangga kita yang tadi malam di klaim tidak akan ikut lebaran hari ini, ternyata Singapura, Malaysia, Brunai Darusalam, juga melakukannya hari ini," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved