Rahasia Rumput Hijau Gelora Bung Karno
Hadiah Marcos untuk Bung Karno (1)
JUTAAN pasang mata penggemar sepakbola tertuju ke lapangan hijau Stadion Gelora Bung Karno Jakarta
TRIBUNNEWS.COM - JUTAAN pasang mata penggemar sepakbola tertuju ke lapangan hijau Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (6/9/2011) menyaksikan duel tim dua kesebelasan, Indonesia lawan Bahrain. Lapangan ini ditumbuhi Zoysia Matrella rumput Manila yang mempunyai sejarah panjang.
Semula, rumput Zoysia Matrella merupakan pemberian Presiden Filippina tahun 1965 - 1986, Ferdinand Marcos kepada presiden pertama RI, Sorkarno. Kompleks Stadion GBK sendiri salah satu mahakarya peninggalan Bung Karno, yang rampung 21 Juli 1962.
Direktur Pengembangan dan Pengelolaan Gelora Bung Karno Mahfudin Nigara menerangkan rumput Zoysia Matrella (Linn.) Merr atau Rumput Manila merupakan jenis rumput yang sesuai dengan ketentuan FIFA. Hampir semua stadion berlevel internasioanl di seluruh dunia menggunakan rumput jenis tersebut.
Itulah alasannya rumput Zoysia Matrela digunakan. Akarnya kuat tertancam ke tanah-pasir. Selain itu daunnya tidak tajam sehingga tidak akan melukai pemain yang terjatuh. "Rumput tersebut memiliki akar yang bagus dan bila pemain melakukan slading tidak pernah rusak," kata Nigara saat ditemui di ruang kerjanya di kawasan GBK, Selasa (6/9).
Selain itu, rumput tersebut memang sesuai dengan standar FIFA, sehingga stadion di seluruh dunia menggunakan rumput tersebut. "Hampir stadion di seluruh dunia menggunakan rumput Matrela sesuai dengan yang ditentukan FIFA," ucapnya.
Penggantian jenis rumput di Stadion GBK kata dia sudah tiga kali terjadi. pertama rumput Manila yang merupakan pemberian presiden Filiphina, Marcos kepada Presiden Soekarno. Kemudian diganti lagi dengan rumput gajah, sampai akhirnya pada tahun 1993, dan belakangan diganti dengan rumput matrella. "Kita memang awalnya menggunakan rumput Manila, kemudian rumput gajah, dan baru rumput matrella," ucapnya.
Rumput Matrela memang sudah banyak dikembangkan petani-petani Indonesia saat ini. "Rumput tersebut didatangkan dari lokal," ungkapnya.
Perbaikan atau pemeliharaan rumput GBK baru saja dilakukan. Dan belum selesai. Pemasangan rumput di SGBK terpotong dengan pertandingan Pra-Piala Dunia, direncanakan awalnya 4.600 meter persegi rumput akan diganti, tetapi hingga saat ini baru 1.260 persegi yang diganti.
Ditargetkan selesai akhir september ini, tetapi karena ada jadwal kualifikasi piala dunia, baru 1260 meter saja rumputnya yang sudah diganti. "Kita belum tahu kapan pemasangan rumput akan dimulai lagi," kata Nigara.
Rumput Zoysia matrella merupakan penutup lapangan sepakbola bertarap internasional yang direkomendasi Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Rumput Zoysia tumbuh baik di tanah berpasir sejumlah negara di Asia seperti Filipina, Cina, dan Jepang. Rumput yang dinamai berdasarkan penemu, seorang ahli tanaman dari Austria yang menemukan spesies rumput ini abad ke-18, Karl von Zois.
Tahun 1911, ahli tanaman CV Piper membawa Zoysia matrella dari Manila dan memperkenalkannya di ke Amerika Serikat. Semula di AS, rumput ini dinamai Rumput Manila. Piper menyebut rumput ini berlimpah di dekat pantai di Kepulauan Filipina. Kemudian dia Rumput dengan stolon yang panjang. Pelepah daun berbulu, dengan lidah-lidah berselaput dan berbulu halus, helaian daun melanset. Perbungaan tandan seperti bulir. Biji kecil dengan pangkal rompong.
Rumput Zoysia matrella tumbuh alami di sepanjang pantai di Samudera Hindia, Laut Cina Selatan sampai Kepulauan Ryukyu, dan khususnya di semua negara Asia Tenggara. Rumput ini banyak ditemukan di Manila, Filipina. Saat ini dibudidayakan secara luas di seluruh daerah tropis.
Zoysia matrella dapat tumbuh sampai pada ketinggian 300 meter, teradaptasi pada tanah sangat berpasir di daerah pantai. Jenis ini biasanya menutup tanah di bawah perkebunan kelapa di tanah pantai pasir.
Pembiakan secara alami dilakukan dengan biji. Rumput Manila juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak pada tanah-tanah berpasir di daerah-daerah pantai dimana rerumputan lain tidak dapat beradaptasi. Merupakan pengikat pasir yang baik dan ditanam untuk rumput halaman. Jenis ini bila digunakan sebagai pakan ternak menghasilkan sangat rendah sehingga masih diperlukan penelitian tidak lanjut.