Selebasi Lokal
Muncul Bumbu Baru dalam Format 48 Negara di Piala Dunia 2026, Tim Kuda Hitam Siap Beri Kejutan
Format baru di Piala Dunia 2026 dengan 48 partisipan negara menghadirkan 'bumbu baru' dalam turnamen tertinggi sepak bola dunia.
Ringkasan Berita:
- Kacamata pengamat sepak bola Jerman, Adrian dari Spietalg Indonesia tentang format baru Piala Dunia 2028 yang diikuti 48 negara dari lintas kota dan daerah.
- Tidak banyak kejutan selama fase grup. Intensitas baru tampak di babak gugur.
- Tim-tim yang sudah lama absen dan baru akan tampil untuk pertama kalinya bisa menjadi tim kuda hitam yang merepotkan Jepang dengan talenta emas yang mereka miliki di tahap ini,
TRIBUNNEWS.COM - Format baru di Piala Dunia 2026 dengan 48 partisipan negara menghadirkan 'bumbu baru' dalam turnamen tertinggi sepak bola dunia itu, menurut kacamata pengamat sepak bola Jerman, Adrian dari Spietalg Indonesia
Bagimana tidak, jika melihat persebaran negara-negara di babak penyisihan grup hampir memiliki kekuatan yang merata.
Istilah 'grup neraka' mungkin tidak berlaku di edisi kali ini yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Justru negara-negara yang sudah lama absen dan bahkan baru pertama kalinya lolos ke putaran final berpotensi memberikan warna baru dalam keberlangsungannya.
Sebut saja Norwegia, Turki, Skotlandia, Haiti, Austria, Irak, hingga Kongo.
Austria, Norwegia, dan Skotlandia memiliki kesamaan, terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia terjadi pada tahun 1998 di Prancis.
Itu artinya, tiga negara tersebut tampil untuk pertamanya setelah 28 tahun den melewatkan enam edisi Piala Dunia.
Lalu ada Irak yang lolos ke putaran final melalui babak play-off antar konfederasi.
Graham Arnold yang berada di balik 'kemudi' Irak mampu membawa tim berjuluk Singa Mesopotamia itu lolos untuk pertama kalinya sejak 1986 di Meksiko.
Lebih lama lagi ada Haiti yang menunggu sampai lima puluh tahun lebih untuk kembali bermain di Piala Dunia 1974 saat berlangsung Jerman Barat.
"Menurut saya yang menarik justru tim seperti Tunisia, Irak, Norwegia yang akhirnya datang lagi setelah berapa lama absen," ungkap Adriad dalam podcast Tribunnews.
"Ini bumbu Piala Dunia kali ini yang beda dengan sebelumnya karena hanya 32 tim dan formatnya sudah bertahan kurang lebih dua atau tiga dekade terakhir," sambungnya.
"Jadi ini format yang baru, tetapi saya sih tidak ragu tetap menampilkan pertandingan-pertandingan yang seru untuk kita," jelasnya.
Prediksi Adrian, selama babak penyisihan grup dengan kekuatan yang hampir merata tidak banyak menghasilkan kejutan yang berarti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Podcast-Piala-Dunia-2026-bersama-Adrian-Spieltag-Indonesia.jpg)