Sabtu, 25 April 2026

Tingginya Kolesterol LDL Picu Penyakit Jantung

Selain menerapkan pola hidup sehat guna mengurangi berbagai faktor risiko penyakit jantung, berbagai terapi baru terus dikembangkan oleh para

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peringatan hari jantung sedunia yang jatuh pada 29 September lalu, menjadi momentum yang kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatannya agar terhindar dari penyakit mematikan ini.

Selain menerapkan pola hidup sehat guna mengurangi berbagai faktor risiko penyakit jantung, berbagai terapi baru terus dikembangkan oleh para peneliti medis.

Penelitian terbaru yang memberikan kontribusi penting dalam terapi terhadap pasien berisiko penyakit jantung koroner dilakukan oleh tim dokter dalam studi CRUCIAL (Cluster Randomized Usual Care vs Investigation Assessing Long Term Risk) yang dilakukan pada populasi termasuk Asia Pasifik dan di Indonesia. Di Asia, studi ini melibatkan antara lain populasi di Korea, Indonesia, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

"Tekanan darah pasien di Asia dan dunia yang mencapai target dan terkontrol dengan baik masih jauh dari yang diharapkan. Selain itu, sangat penting untuk diketahui bahwa tingginya kolesterol LDL merupakan faktor risiko penting yang menyebabkan penyakit jantung," ungkap Prof.Dr.Lukman Hakim, SpPD KKV, salah satu tim dokter yang ikut bergabung dalam penelitan CRUCIAL di Jakarta, belum lama ini.

Penemuan ini telah dipresentasikan di JAS menunjukkan bahwa pengontrolan tekanan darah maupun kolesterol LDL dengan pengobatan single pill amlodipine besylate/atorvastatin calcium dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada pasien dalam penelitian CRUCIAL, tanpa membedakan perbedaan suku, dibandingkan dengan pengobatan biasa.

Bagi pasien di wilayah Asia Pasifik pada penelitian CRUCIAL (Cluster Randomized Usual Care vs. Caduet Investigation Assessing Long-term Risk), dengan menggunakan pengobatan single pill amlodipine besylate/atorvastatin calcium terbukti dapat mengurangi 10 tahun risiko terhitung penyakit jantung koroner secara signifikan, dibandingkan pengobatan dengan cara biasa.

Resiko tersebut diuji menggunakan model Framingham Risk Score dengan mengkalkulasikan risiko penyakit jantung berdasarkan gabungan antara kesehatan dan gaya hidup, termasuk jenis kelamin, usia, tekanan darah, total kolesterol LDL, kolesterol HDL, merokok dan status diabetes.

Data ini diperoleh berdasarkan dua sub-analisa CRUCIAL yang telah dipresentasikan pada bulan Juli lalu di Annual Scientific Meeting of the Japan Atherosclerosis Society (JAS) ke-43 di Sapporo, Jepang dan pada 20th Scientific Meeting of European Society of Hypertension (ESH) di Oslo, Norwegia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved