Sabtu, 25 April 2026

Dari Rasa Takut Jadi Harapan, Kisah Pasien Kanker Payudara Jalani PET-CT dan SPECT-CT Scan

Pasien kanker payudara jalani PET-CT dan SPECT-CT untuk diagnosis dan evaluasi penyakit. Dukungan dokter dan keluarga bantu pasien lebih tenang.

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
SAMPAIKAN PENGALAMAN - Askarina, pasien kanker payudara stadium lanjut di Mayapada Hospital Jakarta Selatan membagikan pengalamannya menjalani pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT Scan sebagai bagian dari perjalanan pengobatan kanker. Baginya pemeriksaan tersebut bukan hanya soal prosedur medis, tetapi jadi momen penting untuk memberikan kepastian kondisi penyakit serta ketenangan dalam menentukan langkah pengobatan selanjutnya. 

Ringkasan Berita:
  • Pasien kanker payudara jalani PET-CT dan SPECT-CT untuk diagnosis dan evaluasi penyakit
  • Dukungan dokter dan keluarga bantu pasien lebih tenang menghadapi pengobatan kanker
  • Teknologi kedokteran nuklir bantu diagnosis akurat dan penentuan terapi kanker tepat

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dua pasien kanker payudara stadium lanjut di Mayapada Hospital Jakarta Selatan membagikan pengalaman mereka menjalani pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT Scan sebagai bagian dari perjalanan pengobatan kanker.

PET-CT dan SPECT-CT Scan merupakan prosedur pencitraan kedokteran nuklir canggih yang menggabungkan fungsi metabolik (nuklir) dan anatomi (CT Scan) untuk deteksi dini serta evaluasi penyakit. PET-CT unggul dalam memetakan metabolisme sel (terutama kanker), sementara SPECT-CT unggul dalam pencitraan aliran darah dan fungsi organ spesifik, seperti jantung atau tulang.

Bagi keduanya, pemeriksaan tersebut bukan hanya soal prosedur medis, tetapi jadi momen penting untuk memberikan kepastian kondisi penyakit serta ketenangan saat menghadapi pengobatan selanjutnya.

Dukungan yang Menguatkan

Askarina, pasien kanker payudara ini telah menjalani pengobatan selama sekitar dua tahun. Ia menilai dukungan emosional dari tenaga medis berperan besar dalam prosesnya melawan penyakit kanker ini.

“Dokter selalu ada untuk saya di setiap kondisi. Saat ada kabar buruk disampaikan dengan empati, dan saat ada kabar baik beliau ikut bersemangat bersama saya,” ujarnya di Jakarta Selatan, Jumat (24/4).

Ia menambahkan, hubungan yang terjalin dengan dokter membuatnya lebih kuat menghadapi proses pengobatan yang dijalani.  

Saat menjalani pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT, ia merasakan pengalaman yang berbeda dibanding sebelumnya. Penjelasan yang jelas sebelum tindakan serta suasana yang lebih tenang membantu mengurangi rasa cemas.  

Baca juga: Memprihatinkan, Makin Banyak Perempuan Bukan Perokok Aktif Jadi Korban Kanker Paru

Dari Rasa Takut Kini Lebih Tenang

Pasien lainnya, Theresia Magdalena, mengaku pertama kali didiagnosis kanker payudara pada 2019 setelah menemukan benjolan kecil yang awalnya tidak disadari serius.

There biasa disapa sudah menjalani berbagai rangkaian pengobatan. Pengalaman awalnya dipenuhi rasa takut karena ketidaktahuan terhadap prosedur.

“Awalnya saya takut karena tidak tahu prosesnya seperti apa. Tapi setelah dijelaskan, saya jadi lebih tenang,” katanya.

Ibu dua orang anak ini menilai, seiring pengalaman yang dijalani, rasa cemas perlahan berkurang karena pasien mendapatkan penjelasan yang lebih detail sebelum tindakan dilakukan.

Selain aspek medis, Theresia menekankan pentingnya dukungan keluarga dan orang terdekat dalam perjalanan melawan kanker.

“Dukungan itu sangat penting. Kehadiran orang terdekat, meski hanya menemani, sangat membantu secara emosional,” ujarnya.

Inovasi Baru Penanganan Kanker

Mayapada Healthcare memperkenalkan teknologi PET-CT dan SPECT-CT Scan yang membantu dokter melihat penyakit hingga tingkat seluler dan molekuler sehingga diagnosis kanker menjadi lebih akurat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved