Pembatasan Subsidi BBM
Tahap Awal, 300 Unit Konverter Kit Lokal Akan Dipakai
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengemukakan pada tahap awal pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengemukakan pada tahap awal pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan mengunakan konverter kit asal lokal. Jumlah konverter kit yang ada 300 unit.
Sedangkan konverter kit impor masih menunggu upaya dari Kementerian Perindustrian.
“Sementara untuk buatan lokal konverter kit sudah ada dan itu dipakai dulu. Sementara untuk yang impor itu sedang diurus Kementerian Perindustrian. Yang lokal jumlahnya sekarang 300 unit itu yang akan dipakai dulu,” ungkap Jero, kepada wartawan di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/1/2012).
Sebagaimana diketahui, per 1 April 2012, pemerintah akan melakukan pembatasan BBM bersubsidi.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, penyediaan infrastruktur kebijakan pembatasan BBM dan konversi menjadi bahan bakar gas (BBG) perlu dilakukan bertahap.
Alat konversi (konverter kit) yang akan diberikan kepada angkutan umum atau kendaraan pelat kuning juga akan diberikan bertahap.
Ia menegaskan, pembatasan BBM subsidi tetap akan dimulai 1 April 2012. Menteri ESDM nantinya akan mengatur rincian daerah yang akan memulai terlebih dahulu.
Lebih lanjut, Hatta mengungkapkan pemerintah menyiapkan skema pembayaran cicilan bagi pemilik kendaraan pribadi yang ingin membeli konverter kit mengingat harganya yang cukup mahal Rp 10-15 juta.
Lebih lanjut, Jero mengatakan bahwa aneka persiapan kini terus dilaksanakan sampai nanti sebelum 1 April harus sudah siap. BPH Migas yang baru dilantik kemarin akan memimpin sosialisasi dan persiapannya.
“Dan mereka terus intensif melakukan persiapan untuk distribusinya, dan persiapan konverter kit-nya. Jadi kalau setiap hari dari sekarang sudah dipersiapkan, maka harapannya 1 April sudah lebih rapi semuanya,” harap Jero.
Tetapi, ia tetap meyadari bahwa di sana-sini khususnya saat awal masa transisi, masih ada kekurangan. Namun itu tidak akan menghentikan niat pemerintah agar rencana ini bertahap berjalan.