Jumat, 12 Juni 2026

Kapal Costa Concordia Tenggelam

Korban Tewas Ke-12 Seorang Wanita

Tim penyelamat tenggelamnya kapal pesiar asal Italia, Costa Concordia, berhasil menemukan jenazah ke 12,

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyelamat tenggelamnya kapal pesiar asal Italia, Costa Concordia, berhasil menemukan jenazah ke 12, di balik bangkai kapal, di hari Sabtu (21/1/2012), waktu setempat.

Jenazah itu, merupakan wanita, saat ditemukan mengenakan jaket pelampung, kata juru bicara tim penyelamat, Francesca Maffini. seperti dikutip dari CNN, MInggu (22/1/2012).

Sebelumnya, tim berhasil menemukan 11, jenazah korban, korban ke 11 diidentifikasi merupakan warga negara Hungaria. Namun menurut otoritas Italia, sekitar 20 orang penumpang kapal, hingga saat ini belum ditemukan.

Sebuah komite yang terdiri dari semua pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mengatakan bahwa pencarian dan penyelamatan, akan terus digelar, hingga seluruh korban ditemukan.

Menurut kepala tim penyelamat kapal Costa Concordia, Franco Gabrielli, anggota tim penyelamat, nantinya, akan tetap melakukan operasi penyisiran bagian kabin kapal untuk mencari 20 korban yang masih hilang, dengan estimasi waktu, 45 menit per sekali penyelaman.

Sementara itu, kekhawatiran terjadinya pencemaran lingkungan, akibat reruntuhan dan bahan bakar kapal Costa Concordia, membuat otoritas setempat, mengejar waktu, melakukan operasi pembersihan.

Namun otoritas setempat belum bisa memprediksi
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan reruntuhan, hal itu menurutnya tergantung pada kondisi maritim, kesulitan teknis, lingkungan, dan sumber daya manusia yang mereka miliki.

"Sudah waktunya untuk Italia untuk menunjukkan ia bisa melakukan sesuatu yang benar dan melakukannya dengan baik," kata
Franco.

Franco melanjutkan, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya kebocoran bahan bakar Costa Concordia yang diestimasi berjumlah, 2.400 ton.

Pihaknya, kata Franco sudah menyiapkan sebuah rencana, untuk menguras bahan bakar kapal, namun masih menunggu lampu hijau, dari para pengamat lingkungan sebelum dilaksanakan.

Selain bahan bakar kapal, tim juga mewaspadai pencemaran limbah kapal, seperti deterjen, yang ia estimasi, sama dengan limbah pembuangan sebuah kota kecil.
(cnn)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved