Iran Vs Amerika Memanas
Garda Revolusi Iran: Rudal Kami Hantam 18 Target dalam Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain
IRGC mengatakan 18 target di pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain telah dihancurkan dalam dua gelombang operasi.
Ringkasan Berita:
- IRGC mengklaim telah menghancurkan 18 target di pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain melalui dua gelombang operasi sebagai balasan atas serangan militer AS.
- Mereka menyebut 12 rudal balistik menghantam lokasi penempatan jet tempur F-35, F-15, dan F-16 serta fasilitas penting di Yordania, dengan klaim menghancurkan sejumlah pesawat tempur.
- Namun, Yordania menyatakan berhasil mencegat 20 rudal Iran yang melintas di wilayah udaranya menuju kawasan Azraq, Provinsi Zarqa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan 18 target di pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain telah dihancurkan dalam dua gelombang operasi.
IRGC mengatakan pada hari Kamis bahwa serangannya merupakan pembalasan atas serangan militer AS.
Mereka juga mengumumkan bahwa 12 rudal balistik menghantam lokasi penempatan jet tempur F-35, F-15, dan F-16 milik militer AS dan fasilitas penting di Yordania.
Mereka mengklaim serangan balasan tersebut telah menghancurkan fasilitas-fasilitas tersebut dan sejumlah besar pesawat tempur.
Klaim Yordania
Sementara itu, Yordania mengklaim berhasil mencegat 20 rudal Iran yang melintas di wilayah udaranya saat Teheran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Kamis (11/6/2026) dini hari.
Klaim tersebut langsung memunculkan perbedaan versi dengan Iran yang menyatakan hanya meluncurkan 12 rudal balistik ke target-target militer AS yang berada di wilayah Kerajaan Hashemite tersebut.
Dalam pernyataan resminya, militer Yordania menyebut sistem pertahanan udara dan Angkatan Udara Kerajaan Yordania berhasil mendeteksi serta menghancurkan rudal-rudal yang ditembakkan dari Iran menuju kawasan Azraq di Provinsi Zarqa.
Menurut pihak militer, operasi pencegatan berlangsung tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material meski sejumlah serpihan rudal jatuh di beberapa lokasi.
Pihak militer Yordania juga mengerahkan tim teknik untuk mengamankan dan memeriksa sisa-sisa rudal yang jatuh guna memastikan tidak ada bahan peledak aktif yang tersisa.
Otoritas keamanan menegaskan bahwa Yordania terus memantau perkembangan situasi regional dan berada dalam tingkat kesiapsiagaan tertinggi untuk menjaga kedaulatan wilayah udaranya.
Namun, klaim Yordania berbeda dengan keterangan yang disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menurut IRGC, hanya 12 rudal balistik yang ditembakkan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.
Sasaran utama disebut meliputi Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Al-Azraq, pusat komando dan kendali militer AS, serta lokasi yang menampung jet tempur F-35, F-15, dan F-16 milik Washington.
IRGC bahkan mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan fasilitas yang menjadi target serta merusak sejumlah besar pesawat tempur Amerika.
Selain Yordania, Iran juga menyatakan telah menyerang aset militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas serangan udara Amerika terhadap wilayah Provinsi Teheran dan kawasan pesisir selatan Iran beberapa jam sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LEBIH-PRESISI-Peluncuran-rudal-Sejjil-milik-Iran.jpg)