Rabu, 10 Juni 2026

Aktivis: Jangan Terpancing Politik Setan

Mantan Aktivis 98 Universita Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara H Wata menanggapi dingin beredarnya selebaran black campaign

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

Laporan wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Mantan Aktivis 98 Universita Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara H Wata menanggapi dingin beredarnya selebaran black campaign (kampanye hitam) tolak dinasti gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai membaca buku salah seorang penteori ilmu politik aliran mainstream realis Hans Morgenthau: 1940.

"Di dalam buku tersebut, Hans memaparkan cara-cara melumpuhkan lawan politik dengan membuat umpan berupa isu miring, black campaign, dan model propaganda lainnya yang diperankan oleh politisi itu sendiri atau aktor pesanan politisi yang bersangkutan," tulis Zakir via blackberry messenger, Makassar, Sabtu (27/1/2012)

"Kiblat petikan tulisan itu adalah Politik Zero Sum Game di mana kemenangan satu pihak atas kerugian orang lain. Dalam artian apapun jalannya yang penting menang, mau halal, mau haram dilahap semua. Cuma caranya ada eufimisme, ada penghalusan, ada kambing hitamnya. Ini mirip pelaku penyebar selebaran tolak dinasti SYL," tambah Asisten Wakil Rektor III Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu.

Pria asal Bone itu mencurigai peredaran kampanye hitam yang sempat menyeret parhatian masyarakat kota Makassar dua hari terakhir ini sebagai upaya memperkeruh suasana menjelang pesta Demokrasi Sulsel 2013.

"Kalau mau jadi politisi yang handal, maka sebaiknya bertarung dengan sehat, karena kita ingin melihat karakter kita, apakah benar kita memang genarasi penerus orang Sulsel yang berbudaya, yang mappangadereng, yang beretika, yang bermoral siri itu. Jangan terpancing politik setan ala Machievelli," jelas calon wakil bupati Bone 2013 itu.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved