Biaya Listrik Surya Jauh Lebih kompetitif
Listrik dari sel surya akan semakin kompetitif ketika harga bahan bakar minyak terus melambung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Listrik dari sel surya akan semakin kompetitif ketika harga bahan bakar minyak terus melambung. Saat ini harga listrik dari sel surya memang masih di atas harga listrik yang diproduksi dengan bahan bakar minyak, tetapi diperkirakan dalam 5-10 tahun mendatang kondisinya berbalik.
Hal ini diutarakan Hiroshi Morimoto, Executive Officer and Group General Manager of Environmental Protection Group Sharp Coporation pada kesempatan seminar “ Kontribusi Solar Energi untuk Indonesia “
Bahkan dalam kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah
membuat estimasi produksi listrik perkantoran atau komunitas dari sel surya berkapasitas 10.000 watt dengan investasi Rp 645 juta saat ini.
Diperhitungkan, usia produktif peralatan sampai 15 tahun, maka harga energi listrik mencapai Rp 5.000 per kilowatthour (kWh)-rata-rata, berarti harga flat tidak naik selama 15 tahun. lni lebih mahal dari listrik yang dihasilkan genset diesel saat ini, Rp 2.666 per kWh-yang selalu akan naik sesuai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Sekali pemasangan sel surya memang menelan investasi besar. Tetapi, operasionalnya menggunakan bahan bakar sinar matahari yang gratis, tidak butuh pembelian bahan bakar seperti minyak yang harganya akan terus naik," ujar Hiroshi
Untuk Indonesia sendiri menurut Budi Supomo Chief Section for Solar Panel PT Sharp Electronics Indonesia Budi Supomo pada kesempatan yang sama, di Indonesia sendiri produk panel solar buatan Sharp telah banyak dipergunakan di berbagai daerah trutaam di kawasan Indonesia timur.
Pada umumnya daerah Papua dan NTT misalnya kata Budi, meski daerah tersebut telah dialiri dengan pasokan listrik dari PLN, namun karena kadangkala pasokan BBM untuk pengoperasian tenagan listrik setempat terlembat, maka sebagai cadangan digunakan listrik tenaga surya melalui panel.
DI Indonesia sendir penggunaan panel surya buatan Sharp lebih banyak menggunakan teknologi thin film yang jauh lebih sensitive dibandingkan dengan menggunakan crystal silicon technologi.
Di Jakarta Sendiri menurut Budi dalam pembangunan kompleks perumahan kluster di bilangan Tangerang, produk panel buatan Sharp juga digunakan., dimana biaya instalasi pemasangan mencapai Rp 128 juta untuk menghasilkan listrik 3.500 watt untuk menghasilkan watt out put AC dengan menggunakan 12 solar panel seluas 780 meter persegi termasuk baterai sebanyak 10 buah.
Diutarakan Budi, secara keseluruhan penjualan produk panel solar produk Sharp Electronics Indonesia mencapai angka Rp 16 miliar, dengan total hasil tenaga listrik yang dihasilkan mencapai 800 Kwp.