Amerika: Rusia dan China Memalukan
Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat, menyesalkan langkah yang diambil oleh Russia, dan Cina, yang mengajukan hak veto serta menolak resolusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat, menyesalkan langkah yang diambil oleh Russia, dan Cina, yang mengajukan hak veto serta menolak resolusi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk Pemerintah Suriah.
Baru-baru ini , AS, negara-negara Barat, seperti Inggris, Prancis, serta Liga Arab, mendorong dikeluarkannya resolusi PBB, guna mengecam tindakan represif rezim Presiden Bashar al-Assad, terhadap demonstran yang menuntut mundur dirinya di negaranya.
Menurut data PBB, sudah lima ribu rakyat Suriah tewas, sejak aksi demonstrasi besar-besaran menuntut mundurnya Bashar di bulan Maret 2011.
AS mengatakan Russia dan Cina telah bersikap memalukan dengan mengeluarkan veto, sementara Inggris menilai veto itu sama saja dengan membiarkan rakyat Suriah terpuruk.
"Pertumpahan darah yang terjadi terus di negara itu akan menjadi tanggung jawab mereka (Russia dan Cina)," kata Dubes AS untuk PBB, Susan Rice dilansir BBC.
Selain itu, dengan mengeluarkan veto, ia menilai Cina dan Rusia telah menjual nasib rakyat Suriah dan melindungi kekuasaan tiran yang pengecut.
Senada, Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy menyesalkan veto yang digunakan Cina dan Rusia.
Menimpali tuduhan dan kecaman yang dialamatkan kepada pihaknya, Russia melalui Duta Besarnya (Dubes) untuk PBB, Vitaly Churkin mengatakan, langkah yang diambil oleh pihaknya sudah tepat, menimbang laporan yang dijadikan dasar dikeluarkannya resolusi itu tidak berimbang.
Laporan itu bebernya hanya menyoroti kebijakan Presiden Bashal al-Assad yang terkesan bertindak tanpa hati, menghabisi rakyat Suriah, padahal ungkap Vitaly sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Pemerintah Suriah menurutnya terpaksa menggunakan kekuatan bersenjata untuk mengimbangi kekuatan kelompok oposisi yang juga bersenjata.
"Sejumlah anggota komunitas internasional yang berpengaruh sayangnya telah menutup upaya penyelesaian persoalan lewat jalur politik, meminta perubahan rezim, mendorong kelompok oposisi untuk berkuasa," katanya.
Sementara Cina menyebut resolusi ini kontraproduktif dengan upaya penyelesaian di Suriah.
"Cina menyatakan dalam kondisi seperti sekarang menekan atau memaksakan solusi apapun kepada Suriah tidak akan membantu penyelesaian persoalan di negara itu," kata Dubes Cina untuk PBB Li Badong.