Obama : Berisiko Bila Harus Menyerang Iran
tidak ingin melihat lebih banyak konflik yang terjadi di kawasan Teluk penghasil minyak.
TRIBUNNEWS.COM WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Presiden Barack Obama mengatakan pada hari Minggu ada risiko penting untuk dipertimbangkan sebelum setiap serangan militer terhadap Iran, dan tidak ingin melihat lebih banyak konflik yang terjadi di kawasan Teluk penghasil minyak.
Dalam sebuah wawancara televisi yang dikutip Reuters , Obama juga mengatakan ia tidak percaya Teheran memiliki 'niat atau kemampuan' untuk menyerang AS, tanpa mengecilkan ancaman dari Teheran dan mengatakan ia menginginkan akhir diplomatik untuk masalah nuklir.
'Setiap jenis tambahan aktivitas militer di Teluk akan mengganggu dan memiliki efek besar. Ini hal ini dapat berdampak besar pada harga minyak. Kami masih punya tentara di Afghanistan, yang berbatasan dengan Iran. Maka solusi pilihan kita di sini adalah diplomatik,” kata Obama