Iran Vs Amerika Memanas
Trump Ancam Iran: Tandatangani Perjanjian atau Kami Bom Lagi Sampai Hancur
AS kembali memaksa, Presiden AS Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jika Teheran tidak menandatangani perjanjian dengan AS.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak segera menandatangani perjanjian dengan Washington.
- Trump mengklaim militer AS telah meluncurkan 49 rudal Tomahawk ke sejumlah target di Iran dan menyebut pejabat Iran meminta penghentian serangan.
- Ketegangan meningkat setelah helikopter Apache AS jatuh di dekat Selat Hormuz, memicu aksi saling serang antara kedua negara.
- Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah target militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan Iran jika Teheran tidak menandatangani perjanjian dengan AS.
"Jika Iran tidak segera menandatangani perjanjian, kami akan membom mereka lagi sampai kami benar-benar menghancurkan mereka," kata Trump kepada Fox News, Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat.
"Israel tidak berpartisipasi dalam serangan terhadap Iran," tambahnya.
Trump mengatakan dia telah berbicara langsung dengan para pejabat Iran, dan mengatakan jet tempur AS saat ini sedang terbang di atas wilayah udara Iran.
Menurut pernyataan Trump, pasukan AS meluncurkan 49 rudal Tomahawk yang menghantam target jauh di dalam wilayah Iran.
"Para pejabat senior Iran menghubungi saya langsung malam ini di Ruang Situasi dan meminta saya untuk menghentikan pengeboman negara mereka," kata Trump, menegaskan operasi militer terhadap Iran diperkirakan akan segera berakhir.
Sementara seorang pejabat Iran menolak klaim Trump bahwa ia menghubungi pejabat Teheran.
"Klaim palsu Trump tentang pejabat Iran yang menghubunginya adalah kedok untuk menghindari perang dengan kami," kata pejabat Iran kepada Al Jazeera, Kamis (11/6/2026).
Sebelumnya, militer AS mengumumkan mereka telah menyerang target-target Iran yang dianggap mengancam pasukan dan kapal-kapal dagang mereka di Selat Hormuz.
AS dan Iran saling melancarkan serangan udara pada hari Kamis untuk hari kedua berturut-turut.
Trump bersumpah akan melancarkan lebih banyak serangan jika Teheran tidak segera menyetujui kesepakatan perdamaian.
Baca juga: Timur Tengah Membara Lagi! Gencatan Senjata Hancur setelah AS Luncurkan Serangan Baru di Iran
Awal Mula Aksi Saling Serang AS-Iran di Tengah Gencatan Senjata
Eskalasi permusuhan dimulai awal pekan ini dengan jatuhnya helikopter Apache AS di dekat Selat Hormuz, yang memicu serangkaian serangan balasan terhadap kota-kota Iran dan pangkalan AS di wilayah tersebut.
Eskalasi ini adalah ancaman paling serius terhadap gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 8 April, meredupkan harapan akan segera berakhirnya perang yang meletus pada akhir Februari dengan serangan udara intensif oleh AS dan Israel terhadap Iran.
Militer AS mengatakan serangan terbarunya menargetkan kemampuan pengawasan militer, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di Iran.
Mereka mengklaim serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai "agresi tanpa provokasi dan berkelanjutan" dari Teheran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/truump-345werweetewt.jpg)