Kebab Enak Disantap Labanya Mantap
Kebab sudah makin akrab di lidah masyarakat kita. Makanan ringan asal Timur Tengah ini mulai populer
Laporan Wartawan Kontan, Fahriyadi, Noverius Laoli dan Eka Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebab sudah makin akrab di lidah masyarakat kita. Makanan ringan asal Timur Tengah ini mulai populer di Indonesia sejak awal 2000-an. Para pewaralaba kebab ikut andil besar mempopulerkan roti isi daging ini.
Terbukti memiliki pasar, mereka pun gencar membuka gerai di mana-mana. Jangan heran, kalau sekarang kita bisa dengan mudah menemukan gerai kebab.
Bagi para pelakunya, bisnis ini masih menjanjikan. Bahkan peluang pasarnya pun masih sangat besar, terutama ke daerah-daerah. Indikasi ini terlihat dari penambahan jumlah mitra para pewaralaba kebab tersebut.
Strategi bisnis para pemain kebab juga menjadi resep usaha ini masih awet bertahan. Para pemilik kemitraan kebab berupaya melakukan inovasi mulai dari peremajaan menu secara periodik, memperbarui paket investasi, hingga meningkatkan kualitas dan variasi produk demi bertahan dari persaingan.
Nah, berikut ulasan mengenai perkembangan beberapa kemitraan kebab, seperti Kebab Kings, Corner Kebab, dan Zahfy Kebab.
• Kebab Kings
Mulai berdiri tahun 2006 dan membuka kemitraan tahun 2007, Kebab Kings racikan Bobby Hendrawan mampu berkembang cukup pesat. Saat KONTAN mengulas kemitraan kebab asal Surabaya pada 3 April 2009, Kebab Kings baru memiliki 75 mitra yang tersebar di 13 kota besar di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.
Waktu itu, Bobby menawarkan paket investasi mulai dari Rp 45 juta-Rp 75 juta dengan omzet Rp 20 juta per bulan dengan balik modal 13-15 bulan. Hampir tiga tahun berlalu, gerai Kebab Kings sudah bertambah menjadi 345 gerai, 20 di antaranya milik sendiri.
Bobby bilang keberhasilannya merangkul mitra sebanyak itu tak lepas dari keagresifan mengenalkan tawaran usahanya hingga tingkat kabupaten. Selain itu, Bobby juga mengubah paket investasi yang ditawarkan ke calon mitra agar semakin menarik.
Kini, Bobby menawarkan empat paket investasi, yakni, memakai gerobak Rp 35 juta, booth Rp 40 juta, kios di mal Rp 50 juta, dan sepeda motor roda tiga Rp 55 juta.
Dari keempat paket itu mitra bisa memperoleh omzet antara Rp 15 juta-Rp 60 juta per bulan. "Kini mitra bisa balik modal antara 3-9 bulan," klaim Bobby.
Peningkatan omzet itu juga tak lepas dari perubahan harga jual ke konsumen. Sebelumnya Kebab Kings menjual produknya dari Rp 8.000-Rp 12.000 per porsi. Sekarang naik menjadi Rp 12.000-Rp 15.000 per porsi.
Bobby mengatakan, harga itu dapat disesuaikan dengan lokasi tempat mitra berjualan. Ia mencontohkan, harga jual kebab di Papua bisa Rp 18.000-Rp 20.000 per porsi. Ia yakin bisnis kebab ini masih cerah. "Tahun ini kami akan buka 255 gerai lagi," ujarnya.
• Corner Kebab