Kebab Enak Disantap Labanya Mantap
Kebab sudah makin akrab di lidah masyarakat kita. Makanan ringan asal Timur Tengah ini mulai populer
Pertumbuhan bisnis kebab juga dirasakan Ardiansyah Murdiawan, pemilik Corner Kebab yang bermarkas di Kompleks Ruko Ogie Plaza, Pamulang, Tangerang Selatan.
Jika Maret 2011, Ardiansyah hanya memiliki 110 gerai Corner Kebab yang tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan. Namun saat ini, jumlah gerai Corner Kebab mengembang dua kali lipat menjadi 226 gerai. "Punya saya sendiri hanya 10 gerai," kata dia.
Penambahan jumlah gerai tersebut tak terlepas dari usahanya untuk membangun brand Corner Kebab. "Saya banyak melakukan pameran di berbagai daerah," katanya.
Dia mengatakan, kebab harus dibangun sebagai makanan yang menyehatkan. Dus, demi memperkuat citra tersebut, Ardiansyah mewajibkan mitra memiliki lemari pendingin untuk menyimpan daging. "Supaya daging yang ada di tiap gerai segar," jelasnya.
Selain itu, Corner Kebab juga menawarkan menu baru yang menyehatkan bernama Kebab Gandum. Kebab ini terdiri dari biji gandum utuh yang kaya akan serat.
Karena semakin berkembang, tahun ini Ardiansyah mengubah paket investasi yang ditawarkan ke mitra. Untuk tipe outdoor gerobak misalnya, nilai investasi awal menjadi Rp 38 juta dari sebelumnya Rp 36 juta. Adapun tipe outdoor booth, sebelumnya Rp 46 juta, saat ini menjadi Rp 48 juta.
Target omzet, rata-rata per hari Rp 500.000 per hari atau Rp 13 juta per bulan dan bisa balik modal 15 bulan. "Prediksi omzet dan pengembalian modal masih sama seperti yang dulu. Saya mau membangun citra kebab sebagai makanan sehat dulu," imbuhnya.
• Zahfy Kebab
Merintis usaha kebab di tahun 2009 dan tak hanya menjual kebab tapi juga burger dan roti maryam menjadi daya tarik dari Zahfy Kebab. Tak heran, banyak yang berminat menjadi mitra Zahfy. Dus, pada awal 2010, Hefni Tri Sriyantono, pemilik Zahfy Kebab, menawarkan kemitraan.
Pada tanggal 22 Oktober 2010 lalu, KONTAN mengulas kemitraan kebab yang bercokol di Bekasi ini. Kala itu, Hefni memiliki tujuh gerai yang tersebar di Bekasi, Surabaya dan Sidoarjo.
Investasi yang ditawarkan saat itu terdiri dari tujuh paket investasi yang berkisar Rp 16 juta-Rp 65 juta dengan omzet Rp 15 juta per bulan dan balik modal sekitar 11 bulan. Dari sana Hefni juga mengutip royalty fee 3,5 persen dari omzet. Harga kebab pun dibanderol antara Rp 9.000-Rp 11.000 per porsi.
Saat ini, gerai Zahfy Kebab telah berkembang menjadi 28 gerai, 10 gerai di antaranya milik sendiri. Ia bilang, kebab makin disukai konsumen sehingga turut mendongkrak pertumbuhan gerainya. "Kini kami sudah sampai ke Samarinda dan Tarakan, Kalimantan Timur," ucapnya.
Lantaran makin berkibar, Hefni mengubah paket investasi menjadi enam paket dengan menghapus paket investasi Rp 16 juta. "Kini kami menawarkan investasi dari Rp 22,5 juta-Rp 65 juta," tuturnya. Dia mengatakan, omzet para mitranya kini bisa Rp 10,5 juta-Rp 24 juta per bulan, dengan balik modal 8 bulan-12 bulan.
Menurut Hefni, potensi bisnis kebab masih cukup bagus setidaknya hingga 10 tahun-15 tahun ke depan. Maka itu, Hefni berencana menambah gerai menjadi 50 gerai tahun ini dan 70 persen di antaranya dimiliki mitra. "Saya juga akan mengembangkan gerai di Singapura," imbuhnya.