Bappebti Perkirakan Harga Beras Bakal Turun Februari
Harga beras masih menunjukkan peningkatan di Indonesia. Harga beras medium yang umumnya dikonsumsi masyarakat kebanyakan sudah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga beras masih menunjukkan peningkatan di Indonesia. Harga beras medium yang umumnya dikonsumsi masyarakat kebanyakan sudah tembus hingga Rp 10.000 per Kg.
Tingginya harga beras di bulan Januari 2012, telah menyumbang inflasi di Januari 2012. Kenaikan harga beras di Januari karena masuk katagori paceklik dimana padi tidak berproduksi.
Informasi Pasar Komoditi Domestik dan Internasional Bappebti Kementerian Perdagangan, awal pekan ini memperkirakan bahwa harga beras akan menurun di akhir Februari 2012. Ini dikarenakan adanya panen Raya di awal Maret 2012.
Sementara itu, pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 12,5 juta ton pada tahun ini seiring dengan ketersediaan luas tanam lebih dari 2 juta hektare.
Lebih lanjut, harga beras berjangka yang diperdagangkan di CBOT (Chicago Board of Trade) ditutup menguat (3/2/2012). Peningkatan harga dipicu aksi pelaku pasar yang melakukan pembelian kembali setelah pada perdagangan awal pekan kemarin mengalami penurunan.
Harga beras di CBOT untuk kontrak Maret meningkat 23 1/2cent menjadi 13.87 ½ dolar AS per Kg. Akan tetapi jika dihitung dalam satu minggu harga beras masih mengalami penurunan 5.2 persen.
Sementara itu para Petani di USA, menurut informasi yang diberitakan Reuters, merasa terdapat perbedaan yang cukup tajam antara harga beras tunai dan berjangka di CBOT untuk jenis rough rice berjangka. Dan mereka sebagian berfikir untuk menerapkan tarif penyimpanan variabel seperti yang diberlakukan untuk gandum CBOT, yang diharapkan membantu meningkatkan konvergensi.