Kamis, 11 Juni 2026

1,6 Juta Ton Barang Diangkut via Kereta Api, Setara Pangkas 60 Ribu Perjalanan Truk di Jalan Raya

Tren peningkatan volume angkutan barang semakin terlihat memasuki triwulan II 2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton.

Tayang:
HO
KERET ANGKUTAN BARANG - Perpindahan distribusi dari jalan raya ke rel mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.  

Ringkasan Berita:
  • Volume angkutan barang via kereta Mei 2026 mencapai 1,66 juta ton, naik 10 persen dibanding bulan sebelumnya.
  • Angkutan kontainer Januari-Mei mencapai 1,19 juta ton, setara hampir 60 ribu perjalanan truk.
  • Peralihan logistik ke rel dinilai lebih efisien, menekan kerusakan jalan, kemacetan, dan emisi karbon.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), KAI Logistik mencatat kinerja angkutan barang pada Mei 2026 mencapai 1.658.622 ton atau meningkat 10 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Kinerja tersebut salah satunya didorong angkutan kereta kontainer, di mana sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Kontainer telah mengangkut 1.193.688 ton barang atau setara dengan hampir 60 ribu perjalanan truk.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan, KA Kontainer mencatat kenaikan 8% secara tahunan pada 2025 dibandingkan 2024.

Baca juga: Zero ODOL Diterapkan di 2027, Kemenperin Sebut Industri Butuh Diberikan Insentif

"Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui penguatan layanan dan kapasitas angkut kereta api kontainer," papar Yuskal, Kamis (11/6/2026).

Ia menyampaikan, tren peningkatan volume semakin terlihat memasuki triwulan II 2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton atau meningkat 20% dibandingkan awal tahun 2026.

Untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan tersebut, perusahaan melakukan akselerasi kapasitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer.

Yuskal menyebut, kangkah ini merupakan upaya KAI Logistik dalam menjawab kebutuhan pelanggan industri yang terus meningkat, sekaligus mendukung semakin kuatnya komitmen dunia usaha terhadap praktik logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Yuskal menambahkan, transformasi sistem logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas distribusi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan moda transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, kata Yuskal, kereta api memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung angkutan barang berkapasitas besar yang mampu mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

"Ke depan, tantangan logistik tidak lagi berbicara mengenai kecepatan pengiriman, tetapi juga menitikberatkan pada aspek tanggung jawab terhadap lingkungan dan infrastruktur. Peralihan sebagian angkutan barang ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional karena mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya eksternal akibat kemacetan dan kerusakan jalan, serta mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon Indonesia," ujar Yuskal.

Lebih lanjut, peningkatan pemanfaatan moda kereta api untuk angkutan barang juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.

Pada saat yang sama, perpindahan distribusi dari jalan raya ke rel turut mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. 

Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 150.906 kasus kecelakaan dengan 26.839 korban meninggal dunia.

Sekitar 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved