Kamis, 11 Juni 2026

AP I Butuh Dana Segar Rp 3 Triliun

Pengelola bandara-bandara di bagian timur Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I membutuhkan pinjaman dana

Tayang:
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengelola bandara-bandara di bagian timur Indonesia, PT Angkasa Pura (AP) I membutuhkan pinjaman dana segar sebesar Rp 3 triliun. Dua langkah sedang dipertimbangkan yaitu pinjam ke bank dan mengeluarkan obligasi.

"Kami membutuhkan dana tambahan sebesar Rp 3 triliun untuk investasi hingga 2013 nanti. Tahun ini bakalan diputuskan apakah mencari pinjaman bank atau bond (obligasi), mungki bond luar negeri," kata Direktur Utama AP I, Tommy Soetomo di sela perayaan ulang tahun AP I di Jakarta, Minggu (26/2).

Dijelaskannya, saat ini pihaknya sedang melakukan investasi besar-besaran untuk membangun sejumlah bandara di Indonesia. Menurutnya, investasi AP I hingga 2013 mendatang nilainya sebesar Rp 6 triliun. Sebanyak Rp 3 triliun akan dipenuhi dari dana internal, sedangkan yang Rp 3 triliun akan didapatkan dari pinjaman pihak luar.

Beberapa rencana besar yang saat ini sedang di lakukan antara lain adalah pembangunan terminal di bandara kelas A yaitu Bandara Ngurah Rai (Denpasar), Juanda (Surabaya), Sepinggan (Balikpapan) serta bandara kelas B yaitu Bandara Syamsuddin Noor (Banjarmasin), A Yani (Semarang) dan Adisutjipto (Yogyakarta).

"Setidaknya kapasitas akan terus ditingkatkan, tahun lalu saja penumpang yang lewat di bandara-bandara kami ada sebanyak 56 juta. Tahun ini diperkirakan menjadi 59 juta orang," ujarnya.

Tahun 2011 lalu, AP I berhasil mengeruk keuntungan dari pelayanan bandara sebesar Rp 655 miliar. Keuntungan didapatkan dari pendapatan usaha sebesar Rp 3 triliun. Pendapatan tersebut didapatkan dari 13 bandara yang dikelola perusahaan tersebut dari para penumpang pesawat yang melalui bandara. "Pertumbuhan penumpangnya cukup signifikan yaitu rata-rata 13,8 persen yaitu dari 49,2 juta penumpang menjadi 56 juta orang," kata Tommy.

Dijelaskannya, laba (belum diaudit) sebesar Rp 655 miliar tersebut naik 17 persen dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp 559 miliar dari pendapatan usaha sebesar Rp 2,47 triliun. "Secara keseluruhan pada 2011 lalu, AP I membukukan kinerja keuangan yang baik dengan total aset menjadi Rp 10,1 triliun dari tahun sebelumnya yaitu Rp 9,19 triliun," ujarnya. (tribunnews/ugi)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved