Pengusaha Jepang Soroti MoU Mandek, Data Investasi Menunjukkan Ini
Akumulasi investasi senilai 17,1 miliar dolar AS itu, mampu serap 278.887 tenaga kerja dan Jepang tetap menjadi investor terbesar ke-5 di Indonesia
Ringkasan Berita:
- Pengusaha Jepang menyoroti banyak MoU Indonesia–Jepang tidak berlanjut menjadi proyek investasi nyata
- Namun, investasi Jepang tetap tumbuh positif mencapai 17,1 miliar dolar AS selama periode 2021–2025
- Pengamat menilai tantangan utama mencakup birokrasi, regulasi, lahan, dan kepastian kebijakan investasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Seorang pengusaha Jepang yang telah lama berbisnis di Indonesia menyoroti fenomena yang kerap terjadi dalam hubungan bisnis Jepang–Indonesia, yakni banyaknya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berakhir tanpa realisasi proyek yang jelas.
Dalam tulisannya yang dipublikasikan pada 1 Juni 2026, CEO perusahaan teknologi yang berbasis di Indonesia dan Jepang, Yutaka Tokunaga, mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi setelah berbagai MoU ditandatangani antara pemerintah, perusahaan besar, dan investor Jepang di Indonesia.
Menurutnya, upacara penandatanganan MoU sering kali mendapat perhatian besar, namun perkembangan proyek setelahnya jarang terdengar.
Pengamat investasi dan hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza mengatakan dari data Kementerian Investasi dan Hilisasi - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi Jepang di Indonesia periode 2021–2025 tumbuh rata rata 13,2 persen.
Akumulasi investasi senilai 17,1 miliar dolar AS itu, mampu menyerap 278.887 tenaga kerja. Sampai kini Jepang tetap menjadi investor terbesar ke-5 di Indonesia.
“Kiritik yang disampaikan pengusaha Jepang Yutaka Togunaka tentang banyaknya nota kesepahaman atau MoU yang tak kunjung terealisasi menjadi proyek, tidak sepenuhnya benar. Data bicara lain. Investasi Jepang tetap tumbuh positif dan menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Jadi itu tak bisa dijadikan gambaran menyeluruh mengenai iklim investasi di Tanah Air,” kata Zenzia Sianica Ihza, di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Indonesia Perluas Jejak Investasi Energi ke Amerika Latin dan Karibia
Menurut Zenzia, dalam praktik bisnis internasional, MoU pada dasarnya merupakan instrumen penjajakan awal yang tidak selalu berakhir menjadi kontrak investasi. Karena itu, menurutnya, kurang tepat apabila efektivitas hubungan ekonomi Indonesia-Jepang hanya diukur dari jumlah MoU yang berhasil direalisasikan menjadi proyek bisnis.
"Di seluruh dunia, MoU adalah tahap awal untuk membangun komitmen dan menjajaki peluang kerja sama. Tidak semua MoU sampai pada tahap implementasi. Banyak yang berhenti setelah studi kelayakan karena pertimbangan bisnis, perubahan pasar, maupun evaluasi risiko investasi," kata Zenzia.
Salah satu indikator yang lebih relevan untuk mengukur tingkat kepercayaan investor adalah realisasi investasi yang benar-benar masuk ke dalam perekonomian nasional.
"Untuk Indonesia-Jepang, data justru menunjukkan tren yang positif. Jika investor Jepang tidak percaya terhadap Indonesia, mereka tidak akan terus menambah investasi setiap tahun dan memperluas basis produksi mereka di sini," ujarnya.
Merujuk pada data Kementerian Investasi dan Hilirisasi – BKPM, Zenzia mengatakan dalam lima tahun terakhir Jepang tetap menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi paling penting di kawasan Asia Tenggara.
"Yang perlu dilihat adalah fakta bahwa perusahaan Jepang tidak keluar dari Indonesia. Mereka justru terus menambah investasi, memperluas fasilitas produksi, dan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur regional. Itu indikator kepercayaan yang jauh lebih penting dibanding jumlah MoU yang ditandatangani," kata Zenzia.
Realisasi Investasi Jepang di Indonesia
Tahun Nilai Investasi
2021 US$ 2,6 miliar
2022 US$ 3,5 miliar
2023 US$ 4,6 miliar
2024 US$ 4,1 miliar
2025 US$ 2,3 miliar
Total 2021-2025 US$ 17,1 miliar
Sumber: Akumulasi Data BKPM dan Laporan Investasi Tahunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INVESTASIJEPANG1.jpg)