Hariyanto Bunuh Mama Wahid karena Kerap Dijual
Sakit hati beberapa kali dijual kepada laki-laki, Hariyanto (21) membunuh Nurwahid alias Mama Wahid (50), majikannya sendiri.
Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik
TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Sakit hati beberapa kali dijual kepada laki-laki, Hariyanto (21) membunuh Nurwahid alias Mama Wahid (50), majikannya sendiri.
Warga Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger membantai Mama Wahid di rumah yang juga menjadi tempat salon rias milik Wahid di Dusun Krajan Barat, Desa Mlokorejo Kecamatan Puger, Rabu (29/2/2012) lalu.
Beberapa hari melarikan diri, Hariyanto akhirnya dibekuk polisi di kawasan Terminal Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Kepada sejumlah wartawan, Hariyanto mengaku dirayu dengan iming-iming uang untuk melayani para laki-laki. Ia tergiur dengan iming-iming uang Rp 100 ribu setiap kali pelayanan.
Sedangkan di salon Mama Wahid, ia dibayar antara Rp 30 ribu- Rp 40 ribu setiap kali ia mendekor pelaminan pengantin.
Mama Wahid pertama kali menjual Hariyanto kepada seorang gay di Jember. Kala itu, ia mendapat bayaran kurang dari Rp 100 ribu.
Setelah bekerja selama setahun di salon Mama Wahid, Hariyanto memilih keluar. Seminggu sebelum ia membunuh Mama Wahid, Hariyanto kembali bekerja kepadanya, setelah dua tahun tidak bekerja di tempat itu.
Hariyanto kembali dijual kepada seorang laki-laki, di Kabupaten Sampang.
"Awalnya saya bekerja di toko laki-laki itu selama empat hari, tapi setelah itu saya diminta melayaninya. Saya disodomi. Saya mau karena dirayu dengan iming-iming uang. Saya butuh uang," jelas Hariyanto.
Setelah memberikan pelayanan seks kepada laki-laki itu, Hariyanto kembali ke Jember. Ia berniat meminta uang jasa pelayanan sebesar Rp 100 ribu kepada Mama Wahid.
Namun, Mama Wahid tidak memberikan uang tersebut. Ia malah berencana menjual kembali Hariyanto kepada seseorang di Kecamatan Rambipuji.
Mendengar rencana itu, pemuda yang belum punya pacar perempuan sakit hati. Seusai makan malam dengan Hariyanto, Rabu (29/2/2012) sekitar pukul 21.00 WIB, Mama Wahid masuk kamarnya.
Saat Mama Wahid masuk kamar itulah, Hariyanto mengambil sebilah golok. Ia membacokkan golok itu ke tubuh Wahid sebanyak tiga kali.
Waria itu tewas seketika dengan luka parah di bagian leher dan tangan kanan. Mengetahui Mama Wahid tewas, Hariyanto memasukkan mayatnya ke kolong tempat tidur. Mayat Wahid diketahui oleh tetangga esok harinya.