Selasa, 28 April 2026

Rencana Kenaikan Harga BBM

Puncak Aksi Seluruh Mahasiswa Akan Berlangsung di Jakarta

Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa di pelbagai daerah di Indonesia menolak kenaikan harga bahan bakar minyak

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa di pelbagai daerah di Indonesia menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 1 April mendatang mulai terus bergulir.

Di Jakarta, mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara berlangsung ricuh.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta terlibat bentrok dengan aparat ketika sebuah botol air minum mineral dilemparkan ke arah polisi. Tiga mahasiswa diamankan polisi terkait insiden tersebut.

Aksi massa menolak kenaikan harga BBM juga berlangsung di Bekasi, Jawa Barat. Mahasiswa berorasi sambil membakar ban di jantung kota bekasi. Mereka dengan tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Di Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), mahasiswa semester VI Jurusan Matematika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palopo, Evan Amir (20) harus dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka bakar akibat aksi bakar diri.

Aksi tersebut terjadi di Jl Andi Jemma, depan kantor Bank BNI Palopo, dekat kantor Wali Kota Palopo.

Evan mengaku prihatin atas kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Kebijakan itu, kata Evan, sama halnya pemerintah SBY tak berpihak lagi pada masyarakat.

Di Medan, seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Tolak Kenaikan BBM nyaris adu jotos dan saling dorong dengan polisi dalam demo di Universitas HKBP Nomensen, Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (12/3/2012).

Kericuhan dipicu aksi penyanderaan Avanza berpelat merah BK 1228 T oleh massa yang memblokade Jl Perintis Kemerdekaan sambil berorasi serta membakar ban.

Polisi bertindak kooperatif untuk membubarkan mahasiswa. Namun massa tak terima, hingga terjadi saling dorong dan nyaris adu jotos. Saat itulah, mobil dinas tersebut meloloskan diri.

Massa menuntut agar rezim SBY-Boediono diturunkan dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, mulai dari pendidikan hingga pelayanan kesehatan gratis yang harus diterima masyarakat.

Sementara itu, beberapa organisasi mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Bandung, Senin (12/3/2012).

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), mahasiswa PIKSI Ganesha Bandung, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) satu suara menolak kenaikan harga BBM dan menuntut SBY-Boediono untuk mundur dari jabatannya.

Dalam aksinya tersebut KAMMI menganggap bahwa rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM tidak prorakyat. Kenaikan ini juga dinilainya akan memicu inflasi yang akan menjadi akar merebaknya permasalahan-permasalahan lain.

"Pemerintah seperti tidak belajar dari masa lalu. Karut karut manajemen di bidang migas tentunya menjadi akar dari ketidakmampuan negara dalam memperkuat kedaulatan energi. Jika pemerintah tidak mampu mengurus lagi rakyatnya dan membebankan ini kepada rakyat, sebaiknya SBY-Boediono mundur saja," ujar Sekretaris Jenderal KAMMI, Andriyana.

Dalam orasinya, massa HMI menyerukan, turunkan rezim SBY-Boediono beserta kabinet Indonesia jilid II dan tolak kenaikan harga BBM. HMI juga menyerukan bahwa gelombang aksi ujuk rasa akan terus berlangsung.

Bahkan puncaknya, seluruh mahasiswa dan massa HMI akan menyerbu Jakarta untuk menggelar unjuk rasa. (Tribun Jakarta/Timur/Medan/Jabar)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved