Bom di KBRI Prancis
Roy Suryo Desak Polisi Prancis Periksa Rekaman CCTV
Anggota Komisi I DPR RI Bidang Luar Negeri Roy Suryo, mendesak aparat keamanan Prancis meneliti Rekaman CCTV di Gedung KBRI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Bidang Luar Negeri Roy Suryo, mendesak aparat keamanan Prancis meneliti Rekaman CCTV di Gedung KBRI.
"Saya sudah kontak langsung dengan duta besar dan wakil duta besar RI di Paris, Prancis, untuk bisa mendesak aparat Prancis segera meneliti dua Rekaman CCTV KBRI di Jalan Cortambert," kata Roy lewat pesan BlackBerry Messenger kepada Tribunnews.com, Kamis (22/3/2012).
Menurut Roy, rekaman CCTV sangat pentin. Karena, diperkirakan pelaku peledakan bom nampak pada rekaman dua CCTV, sebelum dan sesudah meledakkan bom di Jalan Cortambert, Prancis.
"Agar jangan sampai seperti kejadian serupa tahun 2004, di tempat yang sama (tidak ada kejelasan motif dan tersangkanya)," tandas Roy.
Pada Rabu (21/3/2012) pukul 05.15 waktu Paris atau pukul 11.15 WIB, terjadi ledakan di dekat kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris.
Sesuai siaran pers yang diterima Tribunnews.com dari Biro Administrasi Menteri Kementerian Luar Negeri RI, Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sejumlah kaca di gedung KBRI Paris pecah-pecah akibat ledakan tersebut. Kerusakan serupa terjadi di sekitar lokasi kejadian.
Insiden ini sedang diinvestigasi oleh pihak kepolisian Paris. Hingga saat ini belum bisa dipastikan sasaran dari ledakan tersebut.
Menlu RI telah berbicara dengan Dubes RI di Paris dan meminta kepada seluruh staf KBRI Paris dan warga negara Indonesia lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. KBRI Paris juga diminta untuk terus memantau keadaan warga negara Indonesia di Prancis. (*)