Sabtu, 10 Januari 2026

Rencana Kenaikan Harga BBM

SBY: Menaikkan BBM Opsi Terakhir

Kenaikan harga BBM lanjut SBY adalah opsi terakhir. "Kita juga ingin konversi dari BBM ke BBG bisa dipercepat implementasinya," kata Presiden.

Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak dinaikkan per 1 April besok sebagaimana selama ini dikemukakan. Artinya harga BBM masih tetap dijual pada Rp 4.500 per liter.

Kenaikan harga BBM lanjut SBY adalah opsi terakhir.  "Kita juga ingin konversi dari BBM ke BBG bisa dipercepat implementasinya," katanya.

"Harga BBM kita pertahankan seperti sekarang dan tidak ada penyesuaian," kata SBY saat konferensi pers, usai sidang kabinet, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (31/3/2012).

SBY mengatakan hal tersebut seiring dengan hasil rapat paripurna DPR malam tadi yang menambahkan Pasal 7 ayat 6a UU APBNP 2012, yakni kenaikan harga BBM bila harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) naik 15% dalam jangka waktu 6 bulan.

Lebih lanjut SBY juga menyampaikan angka subsidi yang telah ditetapkan dalam APBN-P, termasuk subsidi energi sebesar Rp 225 triliun. Pun sudah dianggarkan bantuan perlindungan sosial yang telah ditetapkan jika ada kenaikan BBM mendatang.

"Tentu kenaikan BBM itu dapat dilaksanakan manakala tekanan ekonomi sangat berat seperti misalnya harga minyak yang kemudian terus meroket atau melonjak tinggi, nilai tukar Rupiah yang manakala melemah, terjadinya inflasi yang bisa muncul karena faktor
global atau, tentu keadaan ekonomi kita akan bertambah berat," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved