Sabtu, 25 April 2026

Dana Beasiswa BKM Disunat Rp 60 Ribu/Murid

Dana beasiswa Bantuan Keluarga Miskin (BKM) untuk murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nataweru di Desa Lusitada, menuai masalah.

Editor: alfons nedabang

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE - Dana beasiswa Bantuan Keluarga Miskin (BKM) untuk murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Nataweru di Desa Lusitada, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menuai masalah. Pihak sekolah memotong Rp 60.000 dari total dana beasiswa yang seharusnya diterima Rp 360.000 per murid.

Orangtua murid dan komite sekolah melaporkan masalah dana beasiswa tahun 2010/2011 ini kepada pemerintah Desa Lusitada dan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Nita.

Polisi telah menerima laporan dugaan tindak pidana penggelapan dana beasiswa yang diduga dilakukan pimpinan SDK Nataweru. Meski dilaporkan November 2011, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber di Nita, Minggu (1/4/2012) siang, menyebutkan bahwa tiga pengurus komite sekolah, yakni Harianus Maing, Serfinus Ninu dan Yosef Mardiyanto telah melaporkan kepada Polsek Nita pada tanggal 27 November 2011. Ketiganya telah diperiksa.

Sebanyak 20 murid yang mendapat beasiswa namun dananya dipotong, melalui orangtuanya sudah membuat pernyataan meminta polisi memroses kasus tersebut karena masuk ranah hukum. Penerima beasiswa adalah murid kurang mampu.

Total dana beasiswa untuk 20 murid dari keluarga tidak mampu senilai Rp 7.200.000. Karena dipotong Rp 60.000 per murid sehingga dana yang disunat pihak sekolah Rp 1.500.000.

Anggota komite sekolah SDK Nataweru, Harianus Maing dan Viktor Nekur, saat dihubungi Minggu (1/4/2012), membenarkan bahwa komite sekolah dan orangtua murid melaporkan pihak SDK Nataweru kepada Polsek Nita.

"Kami sudah lapor ke polisi dan kami serahkan ke proses hukum," kata Maing.

Viktor Nekur mengharapkan adanya proses hukum sehingga masalah dana beasiswa ini ada kejelasan.

"Perlu ada proses biar jelas. Ini hal yang merugikan siswa," kata Nekur.

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved