Bursa Global Loyo, IHSG Diperkirakan Melemah
Wallstreet ditutup melemah lebih dari 1 persen pada Jumat pekan lalu seiring
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Wallstreet ditutup melemah lebih dari 1 persen pada Jumat pekan lalu seiring pertumbuhan ekonomi China K1-12 yang melambat, kekhwatiran krisis Eropa akan muncul kembali dari Spanyol dan juga beberapa data dari Amerika sendiri.
Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry, mengatakan, China mencatat pertumbuhan K1-12 sebesar 8,1 persen. Angka tersebut adalah yang terendah semenjak 3 tahun terakhir dan juga lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar 8,4 persen.
Dari Eropa menyumbang sentimen buruk, berupa semakin khwatirnya investor terhadap ekonomi Spanyol. Hal ini tercermin dari credit default swap (CDS) Spanyol yang naik ke rekor tertinggi. "CDS ini adalah asuransi jika surat utang Spanyol default. Semakin orang kuatir, semakin mereka beli CDS, semakin tinggi harga CDS," jelasnya.
Ia menambahkan, consumer confidence April turun dari level tertingginya sejak 1 tahun terakhir, yaitu tercatat 75,7 (vs76,2est). Penurunan ini disebabkan oleh terus tingginya harga BBM dan juga agak melambatnya penambahan tenaga kerja.
Laporan keuangan K1-12 2 bank besar Amerika pada Jumat lalu, yaitu JP Morgan dan Wellsfargo yang berhasil melampaui perkiraan analyst pun tidak dapat mengangkat pasar. Pekan ini akan semakin banyak laporan keuangan yang dirilis.
"IHSG hari ini diperkirakan akan kembali melemah seiring melemahnya bursa regional akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi China," katanya.
Saham pilihan hari ini :
ADHI, SMCB, ROTI, AISA, BBNI, BJBR, PTPP, SMGR, SGRO, AKRA
SUMBER : Panin Sekuritas Pontianak
DATA : Steven