Pemerintah Hentikan Sementara Impor Daging Sapi dari AS
Pemerintah menghentikan sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah menghentikan sementara impor daging sapi dari Amerika Serikat.
Penghentian ini dilakukan terhitung sejak 24 April. Hal tersebut ditempuh pemerintah menyusul ditemukannya kasus sapi gila di salah satu negara bagian AS, California.
Untuk diketahui, penyakit sapi gila menyerang peternakan sapi perah di California, Amerika Serikat, awal pekan ini.
Hewan berpenyakit itu di antaranya ditemukan di peternakan milik Baker Commodities di kawasan Hanford. Kasus ini merupakan temuan pertama dalam enam tahun terakhir.
“Pemasukan produk hasil ternak dari USA (Amerika) di antaranya mdm, jeroan, dan daging dengan tulang dihentikan sementara terhitung sejak 24 April. Sampai ada penjelasan penanganan dan pengendaliannya dari otoritas USA,” tegas Menteri Pertanian Suswono, kepada wartawan di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Jadi, ungkap dia kemudian, sambil menunggu penjelasan lebih lanjut dari otoritas Amerika, produk daging sapi yang sudah dikirimkan sebelum tanggal 24 April masih tetap dibolehkan masuk. Tapi setelah itu dilarang. “Jadi ini laporan yang terbaru.”
Lebih lanjut, Suswono mengatakan, langkah tegas ini diambil guna memberikan perlindungan kepada konsumen yang tak lain warga Indonesia sendiri.
Selain itu, prinsip kehati-hatian dan prinsip keilmuan juga di kedepankan menyikapi permasalahan sapi gila yang merebak terjadi di Amerika.
Lebih lanjut saat ditanya mengenai potensi kekurangan daging sapi di Indonesia, Mentan mendorong pelaku usaha mencari solusi mengenai hal itu agar tidak terjadi kekurangan stok di dalam negeri.
“Pelaku usaha bisa mencari solusinya. Tentu kita tidak menginginkan adanya kasus ini berdampak pada pengurangan volume. Kan masih ada dari Australia, Kanada, Brazil. Ada beberaa negara kok. Amerika hanya sebagian,” jelas Suswono.