Rabu, 10 Juni 2026

Pesan Rhenald Kasali soal Polemik Caketum HIPMI

Rhenald Kasali soroti polemik pemilihan Ketum Hipmi usai tiga caketum mundur. Ia meminta senior tak mengintervensi proses demokrasi

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Eko Sutriyanto
Youtube/Prof. Rhenald Kasali
PEMILIHAN KETUM HIPMI - Dinamika pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tengah menjadi sorotan publik.  Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, turut angkat bicara menanggapi polemik yang diwarnai aksi pengunduran diri atau walkout dari sejumlah calon ketua umum (caketum) di tengah berlangsungnya proses pemilihan 

Ringkasan Berita:
  • Guru Besar UI Rhenald Kasali menyoroti polemik pemilihan Ketua Umum Hipmi yang diwarnai mundurnya tiga calon ketua umum saat proses debat berlangsung 
  • Ia menduga adanya campur tangan pihak tertentu yang mengganggu jalannya demokrasi di organisasi pengusaha muda tersebut 
  • Rhenald meminta para senior memberi ruang bagi generasi muda untuk bersaing secara fair dan demokratis tanpa intervensi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dinamika pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tengah menjadi sorotan publik. 

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, turut angkat bicara menanggapi polemik yang diwarnai aksi pengunduran diri atau walkout dari sejumlah calon ketua umum (caketum) di tengah berlangsungnya proses pemilihan.

Secara khusus, Rhenald meminta para senior maupun pihak-pihak terkait untuk menahan diri dari segala bentuk intervensi, demi memberikan ruang bagi generasi muda agar dapat berkompetisi secara sehat dan demokratis.

Rhenald menyoroti kejanggalan dalam tahapan debat caketum yang justru berujung pada mundurnya tiga kandidat. 

Ia menduga adanya campur tangan dari pihak tertentu yang mengusik jalannya proses demokrasi anak muda tersebut.

"Beberapa hari yang lalu itu ada debat Caketum yang diwarnai dengan pengunduran diri. Ini pemilihan calon ketua umum Hipmi, anak-anak muda, calon pemimpin bangsa," kata Rhenald, dikutip Rabu (10/6/2026).

"Hari ini kita menyaksikan banyak sekali sekarang mulai berkiprah di jajaran kepemimpinan nasional. Itu adalah satu proses yang sekarang sangat diminati oleh anak muda. Tapi ketika tiga calon mengundurkan diri, ini kan menjadi pertanyaan besar. Kenapa ya hal seperti ini terjadi, seperti biasanya, selalu ada pihak-pihak yang ingin ikut campur," lanjutnya.

Baca juga: 4 Calon Ketua Umum HIPMI Ditantang Hadirkan Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

Menurut Rhenald, Hipmi bukanlah organisasi sembarangan. 

Hipmi memiliki peran yang sangat strategis sebagai kawah candradimuka yang melahirkan banyak pemimpin bisnis, tokoh publik, hingga figur pemimpin nasional. 

Oleh karena itu, sudah sepatutnya proses suksesi di tubuh organisasi tersebut menjadi contoh pelaksanaan kompetisi yang sehat dan jauh dari bayang-bayang kendali pihak luar.

Ia menyayangkan budaya intervensi yang kerap muncul dalam proses pemilihan, di mana ada upaya untuk mendorong atau memuluskan kandidat pilihan pihak tertentu. 

"Saya sebagai salah seorang yang boleh dikatakan sangat menaruh perhatian dalam bisnis, dan ingin mengimbau pada para senior. Sudahlah, kita berikan kesempatan pada anak-anak muda ini untuk berkiprah dan bersaing secara fair. Biarkan mereka bertarung dengan baik," ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa praktik campur tangan yang berlebihan dalam institusi maupun organisasi pemuda dapat membawa dampak destruktif. 

Hal tersebut dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan antusiasme generasi muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan berorganisasi dan berdemokrasi.

"Jangan sampai karena perilaku kita yang tercampur begini, lalu kemudian akhirnya di dalam negeri pun anak-anak muda jadi tidak ingin berpartisipasi," tandasnya.
 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved