Presiden Mali Digebuki Pengunjuk Rasa Sampai Pingsan
Ia masih memegang jabatannya, atas hasil kesepakatan para pemimpin Afrika Barat dengan pemimpin kudeta Kapten Amadou Sanogo.
TRIBUNNEWS.COM - Caretaker Presiden Mali, Dioncounda Traore dilarikan ke rumah sakit, akibat digebuki oleh para peserta aksi demonstrasi yang menggelar demonstrasi di depan kediamannya.
Menurut pemberitaan BBC, Selasa (22/5/2012), ribuan orang pengunjuk rasa berhasil masuk ke kediaman Traore. Ribuan pengunjuk rasa dibiarkan masuk oleh tentara yang bertugas jaga.
"Mereka memukuli dia dan merobek-robek pakaiannya," kata juru bicara militer Bakary Mariko kepada Reuters.
Traore menderita luka di kepalanya, yang membuatnya hilang kesadaran. Setelah menerima perawatan, Traore diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Para pengunjuk rasa ini adalah pendukung kudeta Maret lalu yang kesal karena Traore, 70, akhirnya bisa menjadi presiden sementara selama satu tahun. Mandat untuk Traore sendiri sudah habis pada Senin (21/5/2012) kemarin.
Ia masih memegang jabatannya, atas hasil kesepakatan para pemimpin Afrika Barat dengan pemimpin kudeta Kapten Amadou Sanogo.
Kedua pihak sepakat untuk memberi kesempatan Traore duduk di kursi presiden untuk merancang pemilu dan menghentikan pemberontakan di wilayah utara.
Tak hanya itu, kesepakatan tersebut juga mengakui Kapten Sanogo sebagai mantan presiden dan memberinya gaji tetap serta sebuah rumah.
Meski demikian, Kapten Sanogo tak mengeluarkan pernyataan apapun dan tidak memerintahkan pendukungnya untuk menghentikan unjuk rasa. (bbc)
Baca juga: