Iran Vs Amerika Memanas
Netanyahu dan Trump Setuju Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengklaim ia dan Trump sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir selama mereka menjabat.
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan dirinya dan Presiden AS Donald Trump sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
- Netanyahu bahkan berjanji Iran tidak akan memperoleh senjata nuklir selama ia masih menjabat sebagai perdana menteri.
- Trump mengklaim nota kesepahaman dengan Iran telah disetujui, namun Teheran membantah belum ada keputusan resmi dalam perundingan tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia dan sekutunya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sepakat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Pemimpin berusia 76 tahun itu bersumpah Iran tidak akan memiliki senjata nuklir selama masa jabatannya.
"Selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, Iran tidak akan mendapatkan senjata nuklir," kata Netanyahu, Jumat (12/6/2026).
“Ada kesepakatan penuh antara Presiden Trump dan saya mengenai masalah ini,” lanjut Netanyahu.
Netanyahu mengklaim ia yang bertindak lebih dari 30 tahun lalu melawan program nuklir Iran.
"Seandainya bukan karena itu, Iran pasti sudah lama memiliki bom atom untuk menghancurkan Israel," klaimnya.
“Iran berupaya menghancurkan negara Yahudi, dan saya telah mendedikasikan hidup saya untuk mencegah mereka melakukan hal itu,” katanya menuduh Iran.
“Selama saya menjadi perdana menteri Israel, itu tidak akan terjadi,” ujarnya, seperti diberitakan Times of Israel.
Baca juga: Iran Bantah Kesepakatan Sudah Dekat: Pendirian AS Berubah-ubah
Israel Tak Ikut Menandatangani Kesepakatan dengan Iran
Pada Jumat pagi, Trump mengklaim nota kesepahaman dengan Iran telah disetujui.
Sebelumnya, Israel mengumumkan AS telah meyakinkannya bahwa kepentingan keamanannya akan diperhitungkan dalam setiap perjanjian di masa mendatang dengan Iran.
Trump memperkirakan upacara penandatanganan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, kemungkinan di Eropa, dengan kehadiran Wapres AS, JD Vance.
Namun Iran membantah dengan mengatakan perundingan mengenai nota kesepahaman belum menghasilkan keputusan resmi.
Kantor Netanyahu kemudian merilis pernyataan pada Jumat, yang mengonfirmasi Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman mengenai kesepakatan sementara AS-Iran yang sedang dikembangkan.
Meski tak termasuk sebagai pihak dalam memorandum dengan Iran, Netanyahu mengapresiasi komitmen Trump untuk melibatkan Israel dalam kesepakatan tersebut, lapor Al Arabiya.
Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran
Perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai terjadi pada 28 Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah fasilitas penting di Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TRUUMP-DAN-NETANY4HU-45345rew43.jpg)