Selasa, 5 Mei 2026

Program Senyum dan Harapan PT KPC ke 18 Ditutup

Untuk ke 18 kalinya, PT Kaltim Prima Coal menyelenggarakan program Senyum dan Harapan

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Margaret Sarita

TRIBUNNEWS.COM BALIKPAPAN, - Untuk ke 18 kalinya, PT Kaltim Prima Coal menyelenggarakan program Senyum dan Harapan, berupa operasi gratis bagi penderita bibir sumbing dan luka bakar. Selama dua pekan belakangan ini, sekitar 75 penderita berhasil dioperasi oleh tim interplast Australia dan Selandia Baru bekerja sama dengan para ahli bedah plastik dan ahli anestesi dari Universitas Airlangga, Surabaya dan RSU Kanujoso.

Jumat (1/6/12), program Senyum dan Harapan tahun ini berakhir. Jajaran manajemen PT KPC, tim medis serta perwakilan dari perusahaan kontraktor yang pendukung program ini berkumpul bersama sebagian pasien di auditorium RSU Kanujoso Djatiwibowo.

Dalam kesempatan tersebut, Shane Bennet yang mewakili Chief Executive Officer PT KPC, Endang Ruchijat mengatakan, program Senyum dan Harapan adalah salah satu program CSR yang dilaksanakan rutin oleh PT KPC. Sebagai bentuk kepedulian dari perusahaan pada masyarakat yang dikoordinir oleh Divisi External Affairs dan Sustainable Development. "Saya berdoa agar para pasien bisa cepat pulih. Mohon mengikuti petunjuk dan nasihat yang telah diberikan oleh para dokter," kata Bannet.

Ada dua manfaat positif dalam kegiatan ini. Manfaat operasi bagi para pasien penderita dan manfaat tukar informasi juga pengetahuan di kalangan tim medis sendiri. Termasuk menambah pengalaman dan wawasan terhadap penanganan bibir sumbing dan luka bakar.

Ungkapan yang sama juga diberikan dr John Oswald dari tim interplast Australia dan New Zealand.
Menurutnya, Tim interplast telah menjalankan program operasi bibir sumbing dan luka bakar yang ke 20 tahun. Program ini sangat membantu pasien-pasien penderita bibir sumbing dan luka bakar yang membutuhkan tanganan medis. "Digabung dengan pengoperasian pada dua pekan terakhir ini, tim interplast sudah mengoperasi 1.350 pasien. Ini adalah jumlah yang banyak. Setiap tahun kami dibantu oleh tim bedah plastik dari Jakarta dan Surabaya. "Untuk 20 tahun mendatang, kami ingin program seperti ini terus berlanjut dan pelatihan-pelatihan pada generasi selanjutnya juga bisa dilaksanakan," ujar Oswald.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved