Ratusan Warga Nobar Sidang Paripurna DPRD Kaltim, Soroti Pembahasan Hak Angket
Ratusan warga nobar sidang DPRD Kaltim via videotron, sementara aksi demo tuntut hak angket memanas di depan gedung
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga dan massa aksi memadati depan DPRD Kaltim untuk nobar sidang paripurna via videotron.
- Di sisi lain, demo Aliansi Rakyat Kaltim memanas hingga massa sempat membuka gerbang.
- Mereka menuntut hak angket dan transparansi, sementara sidang dinilai jadi momen penting respons dewan
TRIBUNNEWS.COM - Suasana di Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, mendadak ramai pada Senin (4/5/2026) malam.
Ratusan warga dan massa aksi berkumpul untuk menyaksikan jalannya Sidang Paripurna ke-8 DPRD Kaltim melalui layar videotron dan siaran langsung daring.
Fenomena ini menjadi pemandangan tak biasa, di mana masyarakat secara langsung mengawal jalannya sidang legislatif dari luar gedung.
Baca juga: Respons Gubernur Rudy Mas’ud Hadapi Hak Angket DPRD Kaltim, Fraksi Belum Satu Suara
Nonton Bareng Rapat Hak Angket
Layar besar yang dipasang di dekat pagar DPRD menampilkan jalannya sidang, termasuk kehadiran Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud bersama para wakil ketua Ekti Imanuel, Ananda Emira Moeis, dan Yenni Eviliana.
Saat sidang resmi dibuka, sorakan langsung terdengar dari kerumunan warga yang mengikuti jalannya rapat dari luar. Meski kualitas audio dari videotron terbatas, massa aksi tetap mencari cara agar bisa mengikuti setiap pembahasan secara jelas.
Mereka menyambungkan siaran langsung dari kanal YouTube resmi DPRD Kaltim ke pengeras suara dan toa mobil komando, sehingga setiap interupsi dan perdebatan di dalam ruang sidang dapat terdengar hingga ke jalan.
Fokus utama perhatian warga adalah pembahasan hak angket yang sebelumnya disuarakan oleh mahasiswa dari Aliansi Rakyat Kaltim.
Agenda tersebut dianggap penting karena berkaitan dengan tuntutan transparansi dan respons terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Salah satu warga, Siti, mengaku tetap mengikuti jalannya sidang meski tidak sepenuhnya memahami istilah hukum yang dibahas.
"Ya, kita sedang nonton sidang. Katanya bahas hak angket yang disuarakan mahasiswa tadi. Semoga tuntutannya terjawab," ujarnya.
Baca juga: Fraksi di DPRD Kaltim Belum Satu Suara Terkait Hak Angket ke Gubernur, Ini Peta Politiknya
Massa Bertahan hingga Malam Hari
Hingga malam hari, massa masih bertahan di lokasi. Mereka duduk di aspal dan terus memantau jalannya sidang dengan serius, menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap proses politik di daerah.
Sidang Paripurna ke-8 DPRD Kaltim ini dinilai sebagai momentum penting bagi masyarakat untuk melihat sejauh mana wakil rakyat merespons aspirasi dan tuntutan yang berkembang di Kalimantan Timur.
Massa Berkumpul Sejak Sore Hari
Aksi unjuk rasa dimulai pada Senin sore. Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim menggelar demonstrasi lanjutan bertajuk Jilid II sebagai tindak lanjut aksi sebelumnya pada 21 April 2026.
Sejak sore hari, massa mulai memadati area gerbang utama kantor dewan. Di bawah komando mobil orator, mahasiswa membawa berbagai poster berisi kritik, termasuk yang menampilkan wajah Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, disertai sejumlah tuntutan.
Orasi yang disampaikan dari atas mobil komando terus menggema dan membakar semangat massa. Koordinator lapangan, Wira Saguna, menyebut jumlah peserta aksi diperkirakan terus bertambah.