Senin, 1 Juni 2026

Calon Presiden 2014

Fadel Yakin Bisa Dongkrak Popularitas Ical

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad mengaku belajar banyak dan akan menindaklanjuti Survei Pemetaan

Tayang:
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad mengaku belajar banyak dan akan menindaklanjuti Survei Pemetaan Capres 2014 yang dirilis Soegeng Sarjadi Syndicate di 33 Provinsi, 163 Kabupaten atau Kota, khususnya yang menyoal soal Golkar.

"Artinya, masih ada beberapa kader Golkar yang belum memilih Ical (sapaan akrab Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, sebagai calon presiden). Ini paling menarik dari survei ini," ujar Fadel usai mengikuti hasil survei SSS di Four Seasons Hotel, Jakarta, Rabu (6/6/2012).

Ada tiga hal yang menarik Fadel dari survei ini. Pertama suara Ical, kalah dibandingkan dengan Jusuf Kalla, koleganya di Golkar. Kedua, perolehan sebaran suara Ical di berbagai pulau yang disurvei juga di bawah Kalla. Terakhir, meski terunggul sebagai partai nasionalis, belum semua memilih Golkar untuk pencalonan Ical sebagai presiden.

Dukungan publik terhadap Kalla untuk capres mencapai 14,9 persen. Sedang Ical hanya 10,6 persen. Popularitas Kalla, ketiga di bawah Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dengan 25,8 persen dan Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan 22,4 persen.

Keunggulan Kalla dibanding Ical juga terlihat dari sebaran pemilih berdasarkan pulau. Di Sumatera, Kalla 15,2 persen, Jawa 10,4 persen, Kalimantan 16,3 persen, Sulawesi 45,1 persen, Bali, NTT dan NTB 11,6 persen, dan Maluku dan Papua 27,1 persen. Jika ditotal seluruh pulau 14,9 persen.

Sementara Ical di Pulau Sumatera mendapat 11,6 persen, Jawa 10,0 persen, Kalimantan 16,3 persen, Sulawesi 8,0 persen, Bali, NTT dan NTB 10,7 persen, dan Maluku dan Papua 10,2 persen. Total keseluruhan dari semua pulau, Ical mendapat 10,6 persen.

Namun Fadel yang menangani pemenangan pemilu yakin, sisa dua tahun akan mendongkrak popularitas Ical. Lagipula, inilah saatnya Ical mendapat kesempatan sebagai capres di mana posisinya sebagai ketua umum. Hal yang sama juga dirasakan Kalla saat menjabat ketum.

Golkar, masih kata Fadel, tak akan khawatir jika Kalla digaet partai lain akan memecah suara pemilih partai berlambang pohon beringin ini. "Jangan lupa, SBY hanya butuh persiapan enam  bulan sebelum jadi presiden. Sejarah politik tidak perlu terlalu panjang," tukas Fadel.

Klik Juga:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved