Senin, 1 Juni 2026

Papua Memanas

Penembakan Terus Terjadi, SBY Bisa Batal ke Jayapura

Pernyataan tersebut menyikapi situasi keamanan Kota Jayapura yang terus memanas akibat penembakan kepada warga lokal maupun asing.

Tayang:

Laporan Kontributor Tribunnews.com, Chanry Andrew Suripatty

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Elieser Renmaur menegaskan bahwa saat ini yang terpenting adalah penyelenggaraan pemerintahan  berjalan. Pernyataan tersebut menyikapi situasi keamanan Kota Jayapura yang terus memanas akibat penembakan kepada warga lokal maupun asing.

Elieser Renmaur mengatakan, untuk mengatasi gangguan keamanan sudah ada instansi yang menangani yakni TNI-Polri.

Saat disinggung  mengenai  forum komunikasi antara Gubernur dan Polda terkait keamanan di Papua , Renmaur mengatakan  pihaknya  memang  sudah merencanakan untuk melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Papua.

“Namun  harus  menunggu bapak gubernur, karena  saya punya kewenangan terbatas. Jadi  kita tunggu Gubernur. Supaya  gubernur datang baru kita lapor supaya gubernur mengundang Forkompimda untuk bicara,”katanya kepada wartawan kemarin siang Rabu (6/6/2012) diruang kerjanya.

Penembakan yang terjadi beberapa waktu ini, letaknya berada di dekat kota dan bahkan dekat Markas Polda Papua. “Jangankan PNS, anak sekolah juga menjadi korban. Sehingga  mereka  merasa terancam. Jadi ini jadi  bencana untuk semua  orang  di Jayapura, sehingga perlu ada kewaspadaan  dari subjek orang,” tegasnya.

Atas dasar itulah Renmaur menghimbau kepada warga Jayapura, apabila keadaan tidak memungkinkan maka jangan keluar rumah.   

Sejumlah insiden - insiden yang terjadi, diakuinya akan tentu berpengaruh pada kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akhir bulan Juni nanti. “Kalau kegiatan mereka terus  begini,  sudah jelas presiden batal datang karena tidak aman. Kecuali penembakan itu terjadi di pedalaman / kabupaten  tidak jadi masalah namun ini terjadi di dalam kota yang nanti presiden lewat disitu,”kata Renmaur.

Untuk ia berharap kepolisian bekerja professional sehingga bisa menggungkap pelaku.  “Mungkin saya bilang pemerintahan tetap  jalan. Namun  kalau situasi ini terus - menerus terjadi pasti kantor – kantor juga akan tutup,”tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved