AAN Temui Petani-Nelayan Luwu
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, membuka Tudang Sipulung Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Wilayah Barat.
TRIBUNNEWS.COM BELOPA -- Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, membuka Tudang Sipulung Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Wilayah Barat. Acara tersebut dilaksanakan di Lapangan Andi Jemma Belopa, Kabupaten Luwu, Kamis (21/6/2012).
"KTNA harus memiliki profesionalisme dan SDM yang secara langsung mampu mengolah Sumber Daya Alam atau SDA. Baik mengolah hasil pertanian, danau, sungai dan laut," kata Agus saat berdialog langsung dengan ratusan warga KTNA dari tujuh perwakilan kabupaten/kota.
Agus yakin, kelompok KTNA merupakan kelompok yang mampu dan sangat profesional dalam mengolah lahan pertanian dan laut. Berbagai kekayaan alam, flora dan fauna, serta variasi iklim yang mendukung, menjadi salah satu penghubung antar kawasan barat dan kawasan timur Indonesia.
"Keunggulan ini menjadi faktor pendukung yang kuat dalam peningkatan perekonomian kita," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai tahun 2011, lanjut Agus, mencapai 7,04 persen. Hal tersebut sangat menjanjikan dan menunjukan keseriusan pemerintah kepada masyarakatnya dalam mengurangi inflasi.
"Petani-petani kita telah berhasil meningkatkan sektor pertanian. Hal itu terlihat dari petani-petani kita yang telah berhasil menanam dan memetik hasilnya secara berkala. Secara tidak langsung, hasil pertanian tersebut mampu di ekspor ke luar negeri," urainya
Senada dikatakan, Bupati Luwu, Andi Cakka. Ia mengungkapkan, Kabupaten Luwu memiliki kekhasan tersendiri dan mampu sejajar dengan daerah lain. Keunggulan ini dapat disaksikan dari musyawarah tudang sipulung yang merupakan perhelatan akbar untuk mengantisipasi dan solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi para petani.
"Triwulan yang lalu, kita lakukan tudang sipulung bersama pemerintah dan warga. Upaya ini dilakukan agar mampu memecahkan persoalan, mampu mendapatkan pembibitan, pupuk, dan solusi membunuh hama," terangnya.
Sementara, Kabid Data dan Informasi BMKG, Abdul Muthalib, menyebutkan, perubahan cuaca dari beberapa pekan ini masih dalam kondisi stabil. Jadi, tidak mempengaruhi hasil olahan tanaman petani.
"Kondisi cuaca saat ini masih aman untuk para petani kita," pungkasnya.