Rabu, 13 Mei 2026

Indonesia Negara Gagal, Golkar: 'Warning' Buat Pemerintah

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Setya Novanto, berharap pemerintah menjadikan Indeks Negara Gagal (Failed States Index) 2012

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Setya Novanto, berharap pemerintah menjadikan Indeks Negara Gagal (Failed States Index) 2012 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-63 dari 178 negara, sebagai cermin agar berbenah di segala bidang.

"Saya menganggap itu sebagai peringatan dini untuk lebih waspada. Anggap saja itu sebagai cermin agar negara berbenah," kata Setya, Kamis (21/6/2012).

Menurut Setya, pembenahan itu dilakukan dengan cara negara harus hadir untuk menjamin hak-hak warga negara terhadap kebutuhan dasar, menjamin rasa aman untuk semua kelompok, menghilangkan diskriminasi, dan mempercepat pemerataan antarwarga, antardaerah, dan antarwilayah.

Di sektor ekonomi, pemerintah harus menaikkan pertumbuahan ekonomi 6,5 persen ke 7 persen dan menekan secara maksimal inflasi.

Di sektor hukum, pemerintah tidak boleh lagi melakukan pembiaran atas fenomena kekerasan, ketimpangan sosial dan penyalahgunaan kekuasaan. "Pemerintah juga harus meningkatkan fungsi institusi pelayanan dan lembaga penegak hukum agar dapat melayani dan mengayomi seluruh warga," jelasnya.

Bendahara Umum Partai Golkar itu mengingatkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini baru mencapai 6,3 persen dari target 6,5 persen dalam APBNP 2011, defisit perdagangan pada April sudah mencapai 650 miliar Dolar Amerika Serikat, pembatasan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak berjalan sehingga kuota BBM bersubsidi terlampaui, dan lifting minyak Indonesia jauh di bawah target, yakni kurang lebih 900 barel per hari saja.

"Dari 40 juta KL (kilo liter) membengkak menjadi sekitar 43 juta KL sehingga meningkatkan subsidi energi," pungkasnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved