Pelaku bom Bulgaria masih diselidiki
Aparat keamanan masih berupaya mengidentifikasi tersangka pelaku ledakan bom bunuh diri yang menewaskan lima warga Israel dan supir bis di Bulgaria.
Aparat keamanan masih berupaya mengidentifikasi tersangka pelaku ledakan bom bunuh diri yang menewaskan lima warga Israel dan supir bis di Bulgaria.
Potongan gambar kamera pengawas CCTV di bandara Burgas, yang dipublikasikan Jumat, menunjukan seseorang berkulit putih dengan rambut panjang.
Tetapi, saksi mengatakan bahwa tersangka merupakan seorang pria berkulit hitam dengan rambut pendek berwarna coklat, dan aksen Arab, dan diperkirakan menggunakan wig.
Sidik jari dan contoh DNA dari jasad pelaku masih diteliti.
FBI dan CIA bekerja sama dengan penyelidik Bulgaria untuk memecahkan kasus tersebut.
Dalam keterangannya Jumat (20/7) lalu, Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan bahan peledak TNT yang digunakan dalam serangan itu sekitar 3 kg.
Dia mengatakan pelaku diperkirakan bukan warga negara Bulgaria, dan penyelidikan mengarah kepada Mehdi Ghezali, seorang warga negara Swedia dan bekas tahanan Guantanamo, yang kemungkinan merupakan tersangka pelaku.
Tersangka mencoba untuk menyewa mobil sehari sebelum peristiwa terjadi, tetapi ditolak karena foto di SIM nya diragukan, menurut polisi dan perusahaan rental mobil.
Penyerang memiliki SIm palsu dari negara bagian AS Michigan. Menurut kantor berita AFP, SIM itu terdaftar atas nama Jacque Felipe Martin dari Baton Rouge, Louisiana, lahir pada 1987.
Ledakan bom bunuh diri di Bulgaria menyebabkan 30 orang terluka.
Afrodita Petrova, dari perusahaan rental mobil, mengatakan: "Rambutnya terlihat dicukur... dan rambutnya coklat."
Dia mengatakan tersangka tampak seperti orang Arab, berkulit gelap dan berbicara bahasa Inggris dengan aksen Arab. Dia juga memiliki uang banyak dalam pecahan 500-euro, dan tampak marah.
Berbicara kepada televisi nasional Bulgaria, dia bersikukuh bahwa orang yang dia maksud itu sama dengan cuplikan gambar CCTV yang dipublikasikan oleh otoritas, dan terlihat seperti memakai wig.
Gambar itu menunjukkan tersangka masuk dan keluar terminal, menggunakan topi bisbol untuk menutup rambut panjannya dan membawa ransel.
Pejabat yakin ransel itu memuat bom yang kemudian diletakan di tempat penyimpanan di bis turis.