Presiden Peru Angkat Aktivis HAM Jadi Perdana Menteri
Juan Jimenez, seorang aktivis HAM dan mantan Menteri Kehakiman Peru, yang akan menggantikan Valdes Oscar menjadi Perdana Menteri Peru.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Peru Ollanta Humala, Selasa (24/7/2012), mereshuffle kabinetnya dengan menunjuk seorang perdana menteri baru, pascainsiden tewasnya lima orang dalam aksi protes proyek pertambangan di Peru yang didanai oleh investor Amerika Serikat (AS).
Seperti diberitakan BBC, Juan Jimenez, seorang aktivis HAM dan mantan Menteri Kehakiman Peru, yang akan menggantikan Valdes Oscar menjadi Perdana Menteri Peru.
Ia akan menjadi Perdana Menteri Peru ketiga yang diangkat dalam kurun waktu setahun terakhir, dimana dua pendahulunya dipecat, lantaran ketidakbecusan mengurusi konflik antara warga dengan perusahaan Newmont dalam rencana pembukaan tambang di wilayah Utara Peru, yang disebut proyek Conga.
Warga menentang dibukanya pertambangan Newmont, di Cajamarca karena akan merusak cadangan air bersih. Pemerintah Peru, kemudian menerjunkan aparat polisi dalam jumlah yang cukup signifikan untuk meredam aksi demonstrasi warga.
Pemilihan Juan, yang memiliki latar belakang sebagai sipil dan aktivis HAM menjadi Perdana Menteri Peru, diperkirakan akan mendongkrak popularitas Pemerintah Peru, yang telah turun pasca insiden bentorkan proyek Conga.
Ia berjanji akan merombak total kabinet, dengan membawa enam orang baru ke dalam kabinet beranggotakan 19 menteri, termasuk Luis Miguel Castilla menjadi Menteri Keuangan, dan Jorge Merino sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.
Sementara menteri lainnya di kabinet Peru yang akan diganti adalah Menteri Kehakiman, Pertanian, dan Kesehatan. (bbc)