Sabtu, 30 Agustus 2025

Bikin Robot dari Bahan Daur Ulang

Barang daur ulang ternyata bisa juga dijadikan robot. Bahkan para mahasiswa Universitas Komputer

Editor: Hendra Gunawan
zoom-inlihat foto Bikin Robot dari Bahan Daur Ulang
SRIWIJAYA POST/Syahrul Hidayat
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Barang daur ulang ternyata bisa juga dijadikan robot. Bahkan para mahasiswa Universitas Komputer (Unikom) Bandung ini tidak hanya membuat robot dari barang tidak terpakai tersebut, namun menjadikannya sebagai wirausaha mandiri mendirikan Local Technology Bandung (Lo-Tech). Mereka mengadakan pelatihan cara membuat robot daru bahan daur ulang itu bagi murid SD hingga SMA/SMK.

Program Lo-Tech ini diprakarsai oleh Seorang Dosen Unikom, Agus Mulyana dan kini sudah beranggotakan 12 mahasiswa yang mengelola Lo-Tech dan rata-rata adalah mahasiswa jurusan Teknik Konputer. Menurut Agus, nama Lo-Tech selain mengartikan dari  teknologi lokal, juga bisa diartikan sebagai satu makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari bahan sayuran yakni lotek. Hal ini memang sesuai dengan tema yakni green creative technology. Lo-Tech ingin memanfaatkan barang-barang bekas yang ada menjadi sesuatu yang berguna.

"Robot dari bahan bekas ini pastinya ramah lingkungan. Seperti ada robot line follower yang terbuat dari mouse (tetikus) komputer dan ada juga botol minuman bekas serta dinamo dari mainan anak atau CD room yang bisa dibuat menjadi robot kumbang," katanya di Kampus Unikom Bandung Jalan Dipati Ukur.

Berdirinya Lo-Tech juga mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) karena program yang diperuntukan untuk umum ini berhasil meraih penghargaan seperti pemenang wirausaha muda dari salah satu partai politik pada Mei-Juli. Selain itu meraih juara pada kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha 2012 yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Program Lo-Thaech ini memberikan penawaran kepada calon peserta pelatihan yang tertarik mengikuti training membuat robot sederhana," katanya.

Pelatihan yang bisa didapat antara lain pelatihan Kit Edukasi Elektronika, Mikrokontroler, Kit Edukasi Robotika dan bagi peserta yang membawa 20 mouse atau 50 botol bekas minuman bisa mengikuti pelatihan serta dapat satu buah robot. Para tutor yang juga mahasiswa, Satu diantaranya Hadi Kusumah (22). Ia mengatakan memberikan pelatihan kepada para siswa yang berminat mengikuti pelatihan robot.

"Misalnya untuk SD, siapapun yang berminat bisa ikut pelatihan. Bisa di sini di kampus Unikom atau di rumah masing-masing. Sementara robot yang dijual ada yang harganya Rp 75 ribu, Rp 100 ribu, sampai yang termahal sekitar Rp 1,4 juta untuk jenis lego, tapi versi lokal," ungkapnya.

Hadi menambahkan, dengan kegiatan seperti ini, selain bisa mentransfer ilmu, juga membiasakan untuk menggunakan kembali barang-barang yang tidak dipakai lagi. "Seperti mouse yang tipe lama sekarang sudah banyak dibuang. Ini bisa dibuat robot dan bisa menjadi alat pembelajaran siswa SD," ucapnya.

Baca juga:

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan