Kasus Simulator SIM
Warga Ikut Selamatan di Pabrik Plat Diduga Milik Primkoppol
Senjakala di akhir tahun 2011 itu tidak bersahabat. Guntur menggelegar, disertai hujan deras. Mobil-mobil berjejer rapi di pelataran parkir
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Senjakala di akhir tahun 2011 itu tidak bersahabat. Guntur menggelegar, disertai hujan deras. Mobil-mobil berjejer rapi di pelataran parkir sebuah bangunan baru. Penumpang dan tetamu lainnya sudah berada di dalam bangunan kokoh yang berdiri di atas lahan seluas tiga ribu meter persegi itu.
Sekitar seratus kursi sudah disiapkan sohibul bait. Antara kursi tamu dari kalangan warga sekitar bangunan terpisah dari tetamu penting empunya hajat. Di dalam bangunan mirip gudang itu, baru tergolek dua alat yang masih terbungkus plastik. Acara tetap berjalan meski hujan.
"Saya di sini untuk memperkenalkan sekaligus izin ke lingkungan untuk buka usaha," ucap Budi Susanto, pemilik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi kepada hadirin seperti diceritakan Abdul Hakim, Ketua RT 02/01 Kelurahan Cikiwul, Bantar Gebang, kepada Tribun, Kamis (9/8/2012).
Hakim satu dari sekian warga yang diundang oleh pabrik yang belakangan diketahui milik Primer Koperasi Polisi Korps Lalu Lintas Polri. Ia menaksir, ada 100 tamu undangan yang saat itu menghadiri acara selamatan. Pidatonya tak mengungkap apa yang diproduksi dan siapa pemiliknya.
Belakangan diketahui, pabrik di atas tanah warga yang dijual almarhum Haji Anwar itu milik Primkopol untuk mencetak plat nomor mobil dan motor. Beberapa warga yang ditemui Tribun di sekitar pabrik menjelaskan serentak, bahwa itu pabrik Primkopol pencetak plat nomor mobil dan motor.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Anang Iskandar yang dikonfirmasi apakah dibenarkan Primkoppol Korlantas memiliki pabrik pencetak plat nomor, hanya menjawab diplomatis. "Itu sudah domainya Korlantas. Bukan kewenangan kita," terangnya.
Ayo Klik: