Kamis, 14 Mei 2026

Khutbah Jumat 29 Agustus 2025: Maulid Nabi Muhammad SAW 'Kemuliaan Manusia'

Teks Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mengangkat tema mendalam tentang “Kemuliaan Manusia”.

Tayang:
Hasil Olah AI/gemini.com
TEKS KHUTBAH JUMAT - Gambar khotib sholat jumat yang sedang menbacakan khutbah jumat di dalam masjid dengan jamaah sholat yang duduk mendengarkan dibuat dengan kecerdasan buatan (AI), Jumat (29/8/2025). Teks Khutbah Jumat 29 Agustus 2025 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mengangkat tema mendalam tentang “Kemuliaan Manusia”. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, khutbah Jumat yang disampaikan pada tanggal 29 Agustus 2025 mengangkat tema mendalam tentang “Kemuliaan Manusia”. 

Naskah khutbah 29 Agustus 2025 ini mengajak umat Islam untuk merenungi hakikat penciptaan manusia, keutamaan akal, dan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah sebagai jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

Khutbah yang bersumber dari KH. Abdul Khoild Mas’ud, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah SWT bukan karena fisiknya, melainkan karena akal yang dimilikinya. 

Akal menjadi pembeda utama antara manusia dan makhluk lainnya, termasuk binatang dan malaikat. Dengan akal, manusia mampu membedakan yang baik dan buruk, yang halal dan haram, serta mampu menempuh jalan kebenaran dan menjauhi kemaksiatan.

Dalam khutbah 29 Agustus 2025 tersebut, disampaikan bahwa kemuliaan manusia sangat bergantung pada kualitas akalnya. Semakin tinggi fungsi akal dalam kehidupan, semakin tinggi pula derajat manusia di sisi Allah SWT. 

Sebaliknya, jika akal tidak difungsikan untuk membimbing nafsu dan perilaku, maka manusia bisa jatuh lebih rendah dari binatang, sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Imam Fakhruddin al-Razi dan ayat-ayat Al-Qur’an seperti Al-Isra’ ayat 70 dan Al-A’raf ayat 179.

Khutbah juga menyoroti realitas sosial yang memprihatinkan, di mana banyak manusia justru mengumbar hawa nafsu tanpa kendali akal. 

Fenomena kekerasan, korupsi, perzinahan, dan penyimpangan moral yang marak di media sosial menjadi bukti bahwa sebagian manusia telah kehilangan arah dan nilai kemanusiaannya. 

Dalam konteks ini, khutbah menyerukan pentingnya kembali kepada akhlak Rasulullah SAW, menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Sebagai penutup, khutbah mengajak jamaah untuk memperingati Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai momentum spiritual untuk membangun kembali akal sehat, memperkuat iman, dan menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. 

Pendidikan anak, lingkungan keluarga, dan komunitas harus diarahkan untuk mencetak generasi yang berakal, beriman, dan berakhlak seperti Rasulullah SAW.

Baca juga: Kunci Jawaban Modul 3.13 Teknik Penulisan Naskah Khutbah Bagian 2, PINTAR Kemenag

Selengkapnya, simak teks Khutbah Jumat 29 Agustus 2025, berikut ini.

Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad SAW 'Kemuliaan Manusia'

الْحَمْدُ للهِ الذى خَلَقَ الإِنسانَ وكرَّمهُ، وسوَّى خَلْقَه وقوَّمهُ، وتَفضَّل علَيهِ فعلَّمَهُ، سُبحانَهُ خَاطَبَ نَبيَّهُ مُحمَّداً - صلى الله عليه  وسلم- فَقالَ عَزَّ قَائلاً عَليما (وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيماً)، أَحمَدُهُ تَعالَى بِما هوَ لهُ أَهلٌ مِنَ الحَمْدِ وأُثنِي علَيهِ، وأُومِنُ بهِ وأَتَوكَّلُ علَيهِ، مَنْ يَهدِهِ اللهُ فلاَ مُضِلَّ لَهُ ومَنْ يُضلِلْ فلاَ هَادِيَ لهُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، أَعلَى النَّاسِ قَدْراً، وأَنقاهُم صَدراً، وأَعظَمُهم لِربِّهِ شُكْراً، وأَكثَرُهم لهُ ذِكْراً، وأَسلَمُهم قَصْداً وفِكْراً، اللهُمَّ صلِّ وسلِّمْ وبارِكْ على سيدنا محمد وَعَلَى آلِهِ وَاصَحْابِهِ والتَّابِعينَ لهُم بإِحسانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يوم لقاء العباد فى الجنة نظرا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ .  واعلموا ان الله كرَّمَ الإِنسَانَ بِعقْلٍ فَضَّلهُ بهِ علَى غَيْرِهِ مِنَ الأَحياء، وزَانَهُ بِفكْرٍ يُدرِكُ بهِ الأَشياءَ، فَهوَ بِهذا العَطاءِ الإلهيِّ، والفَضْلِ الربَّانِي، يُفرِّقُ بَيْنَ الحَسَنِ والقَبيحِ، والخَطأ والصَّحيحِ، بهِ يَسلُكُ طَرِيقَ الهُدى والنُّورِ، ويَتعرَّفُ علَى حَقِيقَةِ وكُنْهِ الأُمورِ، يُفكِّرُ فِي الكَونِ حَولَهُ فَيكْشِفَ ما بهِ مِنْ أَسرارٍ، ويَعمَلُ جَاهِداً علَى الاختِراعِ والابتِكارِ، ولَقَد أَثنَى اللهُ عزَّ وجَلَّ علَى أُولى الأَلبَابِ، فَأثبَتَ لهُم صِفةَ الذِّكْرِ والتَّفكُّرِ فَقالَ تعالى: (إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآياتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ، الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ).

Kaum Muslimin rahimakumullah

Marilah kita senatiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena tinggi dan rendah derajat seseorang di sisi Allah SWT. tergantung dari kadar ketaqwaanya. Maka sungguh bahagia dan beruntung bagi orang-orang yang mampu meningkatkan terus menerus kadar ketaqwaannya hingga mempunyai derajat yang tinggi di sisi Tuhannya.

Kaum Muslimin rahimakumullah

Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan Allah SWT sebagaimana binatang. Oleh karenanya manusia disebut dengan hayawanun natiq (binatang yang bisa bicara). Sebagai makhluk Allah, manusia dan binatang mempunyai kesamaan, keduanya diberi Allah nafsu untuk memenuhi kebutuhan biologis dan seksualnya. 

Sedangkan yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah proses dalam memenuhi kebutuhan biologis dan seksual masing-masing. Binatang, oleh karena tidak diberi akal maka dalam memenuhi kebutuhan nafsunya hanya sebatas mengikuti naluri fitrahnya. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved