Residivis Dibantai di Kebun Mangga
akhirnya dibawa ke kamar mayat RS Purut untuk divisum.
TRIBUNNEWS.COM,PASURUAN-Pembunuhan sadis kembali terjadi di Kabupaten Pasuruan. Maksum Suadi(30) warga Dusun Getah kidul,Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Pasuruan, jawa Timur ditemukan tewas di areal perkebunan mangga sekitar 400 meter dari rumahnya dengan kondisi luka bacok disekujur tubuhnya dan leher hampir putus,Senin(27/8/2012) malam.
Menurut Kodir(45),mertua korban saat ditemui di kamar mayat RS Dr R
Soedharsono kota Pasuruan,Selasa pagi tadi,menceritakan bahwa malam tadi
menantunya tersebut keluar rumah bersama Buloh(30)temannya satu
kampung.Sekitar pukul 21, Buloh tiba-tiba berteriak minta tolong sambil
berlari menuju Desa,dan memberitahu warga bila ia dan Maksum dihadang dan
dikeroyok oleh sekitar 3-4 orang bersenjata tajam. Warga desa lalu berusaha
mencari dan memberikan pertolongan kepada Maksum,namun sesampainya di
TKP,warga hanya menemukan sepeda motor Mio milik korban tergeletak di
tengah jalan sedangkan keberadaan Maksum tidak diketahui.
Setelah hampir 3 jam mencari, akhirnya warga menemukan korban sudah tidak
bernyawa di areal kebun mangga dengan kondisi yang mengenaskan.Mayat korban akhirnya dibawa ke kamar mayat RS Purut untuk divisum.
Menurut penuturan Buloh,rekan korban yang mengetahui peristiwa tersebut mengatakan bahwa setelah keluar dari rumah korban,ia dan Maksum sempat singgah atau cangkrukan di pos kamling desa setempat.Setelah itu mereka berdua lalu beranjak pergi dengan berboncengan mengendarai motor Mio milik korban.
Setibanya di TKP mereka berdua terkejut karena ditengah jalan desa yang
akan mereka lalui ada pohon pisang yang sengaja dirubuhkan dan melintang
ditengah jalan.
Mencium ada gelagat yang tidak beres,Buloh lalu melompat
lari,sedangkan Maksum terlihat dihampiri oleh beberapa orang yang keluar
dari rerimbunan pohon. Buloh sempat melihat sekilas korban melawan para
pelaku, untuk selanjutnya ia tidak tahu karena keburu kabur untuk
menyelamatkan diri.
Polisi setempat masih menyelidiki kejadian ini dan mengumpulkan bukti serta
keterangan saksi rekan korban,namun diduga motif pembunuhan ini adalah
dendam karena sepeda motor milik korban tidak dibawa oleh para
pelaku.Menurut kepala desa Minggir,Sudiari(46), korban pernah dipenjara
karena kasus perampasan sepeda motor beberapa tahun lalu, apakah kejadian
ini berhubungan dengan kasus korban,pak kades tidak mengetahuinya.