Krisis Global Menggencet Neraca Perdagangan Indonesia
secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2012 mengalami defisit sebesar 176,5 juta dollar AS.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai ekspor Indonesia pada Juli 2012 mencapai 16,15 miliar dollar AS atau mengalami peningkatan sebesar 4,60 persen dibanding ekspor Juni 2012.
Namun, nilai impor indonesia pada Juli 2012 mencapai 16,33 miliar dollar AS. Sehingga, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2012 mengalami defisit sebesar 176,5 juta dollar AS.
Mengenai hal ini, Direktur Statistik Distribusi BPS, Satwiko Darmesto, mengatakan bahwa defisit ini karena krisis eropa yang masih berkepanjangan.
"Meskipun naik dibandingan bulan lalu, namun secara keseluruhan kita masih defisit, akibat krisis ekonomi yang menimpa dunia, selain itu impor bahan baku juga semakin meningkat," ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta (04/09/2012).
Tercatat bahwa jumlah impor semakin meninggi sedangkan perdagangan ekspor juga tidak kunjung dapat melampaui nilai impor. Mengenai hal ini, ia hanya berujar bahwa karena kebutuhan modal yang besar.
"Sebagai negara berkembang kita butuh banyak modal makanya impor kita naik, namun ekspor menurun karena krisis ekonomi di dunia," ujarnya.
Menurut dia, langkah - langkah yang mesti diambil pemerintah adalah menunggu kebangkitan negara eropa, dia menjelaskan, jika negara eropa bangkit maka ekspor juga bangkit.
"Sembari menunggu kepulihan negara eropa, pemerintah harus segera mencari pasar baru selain negara eropa seperti negara di kawasan afrika agar ekspor kembali melonjak," ujarnya.
Sebagai informasi Ekspor non migas untuk negara Uni Eropa mengalami penurunan. Sebagai perbandingan ekspor nonmigas Indonesia ke Uni Eropa pada periode Januari - Juli 2011 mencapai 12.3 miliar dollar AS sedangkan pada Januari - Juli 2012 ekspor nonmigas indonesia ke Uni Eropa hanya mencapai 10.6 miliar dollar AS. (*)
BACA JUGA: