Senin, 13 April 2026

Aksi mogok besar bayangi Yunani

Aksi mogok dan unjuk rasa yang menentang rencana pemotongan anggaran kembali akan berlangsung di Athena, Yunani pada hari Rabu (26/09).

yunani_demo

Warga Yunani menilai kebijakan pemotongan anggaran tidak adil.

Serikat pekerja di Yunani untuk pertama kalinya menyerukan ancaman mogok sejak terbentuknya koalisi pemerintahan yang dipimpin kelompok konservatif di Yunani pada Juni lalu.

Aksi mogok dan unjuk rasa yang akan berlangsung pada hari Rabu (26/09) ini menentang rencana penghematan baru yang mencapai lebih darii US$15 miliar.

Kebijakan penghematan kali merupakan langkah pra-kondisi bagi Yunani sebelum menerima dana bantuan baru.

Tanpa bantuan tersebut Yunani akan menghadapi kebangkrutan dalam satu pekan mendatang.

Aksi kali ini diperkirakan akan diikuti oleh sejumlah aksi demonstrasi yang lebih besar karena sejumlah rencana telah disusun oleh kelompok yang menolak upaya pengetetatan anggaran pemerintah.

Yunani sendiri masih membutuhkan lagi suntikan dana dari dunia internasional hingga lebih dari US$40 miliar lagi yang tentu harus diimbangi dengan sejumlah pengetatan anggaran termasuk bantuan bagi warganya.

Khawatir kekerasan

Namun dengan kondisi penggangguran yang masih tinggi serta serta sepertiga warganya yang kini masuk ke dalam kategori kelompok miskin maka kebijakan pengetatan anggaran yang dilakukan pemerintah Yunani banyak mendapat perlawanan.

Pemerintah Yunani yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Antonias Samaras juga tengah mengajukan usulan untuk memangkas dana pensiun dan memundurkan usia pensiun menjadi 67 tahun.

Aksi mogok kali ini rencananya akan diikuti oleh sejumlah kelompok pekerja dengan latar belakang profesi yang beragam mulai dari dokter hingga pengatur lalu lintas udara.

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan pekan lalu hampir sembilan puluh persen warga Yunani percaya bahwa rencana pemotongan anggaran pemerintah sangat tidak adil dan membebankan warga miskin.

Meski tidak sepakat dengan rencana pemotongan itu namun sebagian warga Yunani menurut Wartawan BBC di Athena, Mark Lowen juga khawatir dengan aksi protes di jalanan yang diperkirakan akan berujung pada kekerasan seperti yang terjadi sebelumnya.

Sumber: BBC Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved