Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Intelijen AS: Iran Masih Simpan Ribuan Rudal, Siap Diluncurkan dari Bawah Tanah 

Meski diklaim melemah, Iran disebut masih memiliki ribuan rudal balistik dan berpotensi memulihkan kekuatannya.  

Editor: Suci BangunDS
Gambar Via IRGC melalui IRIB
RUDAL IRAN - Screengrab menunjukkan poster pada rudal balistik Iran, yang menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump duduk di tempat tidur bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sebelah kiri dan pedagang seks Jeffrey Epstein di sebelah kanan, dalam rekaman yang dirilis oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) setelah serangan terhadap target AS-Israel pada 2 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Intelijen AS menilai Iran masih menyimpan ribuan rudal balistik dan mampu memulihkan sebagian kekuatannya.
  • China diduga akan mengirim sistem pertahanan udara ke Iran secara terselubung, namun dibantah resmi oleh Beijing.
  • Meski banyak peluncur hancur, Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan, termasuk rudal jelajah dan potensi penguatan drone.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) memperkirakan, Iran masih memiliki ribuan rudal balistik, walaupun sudah diserang AS-Israel.  

Rudal balistik tersebut, menurut Badan Intelijen AS siap diluncurkan dari fasilitas bawah tanah, menurut laporan pada Sabtu (11/4/2026).  

Penilaian ini menegaskan bahwa kemampuan militer Iran belum sepenuhnya lumpuh, meskipun serangan intensif terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Sejumlah sumber intelijen AS juga mengkhawatirkan bahwa Iran dapat memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk membangun kembali stok rudalnya, mengutip Haarezt, Minggu (12/4/2026). 

Selain itu, mengutip CNN, terungkap indikasi bahwa China tengah bersiap mengirim sistem pertahanan udara ke Iran dalam beberapa minggu ke depan.  

Bahkan diduga melalui negara ketiga guna menyamarkan asal pengiriman. 

Namun, pihak China membantah tuduhan tersebut.  

Baca juga: 5 Penyebab Perundingan Iran dan AS Berakhir Gagal di Pakistan

Juru bicara Kedutaan Besar China di AS menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memasok senjata ke pihak mana pun dalam konflik dan tetap mematuhi kewajiban internasional.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa program rudal Iran telah secara fungsional hancur. 

Ia menyebut, sebagian besar peluncur dan rudal Iran telah rusak atau tidak efektif. 

Meski demikian, sumber AS dan Israel menyebut, Iran masih memiliki kemampuan untuk memulihkan sebagian kekuatan militernya.  

Banyak peluncur rudal yang masih dapat diperbaiki, sementara stok rudal balistik jarak pendek dan menengah masih tersisa dalam jumlah ribuan.  

AS mengklaim meski pasokan rudal Iran telah berkurang sekitar setengah selama 40 hari konflik. 

Selain itu, persenjataan drone Iran juga dilaporkan menurun drastis, namun berpotensi dibangun kembali, termasuk melalui kerja sama dengan Rusia.

Iran juga disebut masih memiliki rudal jelajah terbatas yang dapat digunakan untuk menyerang target strategis di Teluk Persia. 

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved