Jaringan Listrik Bawah Laut Nunukan Ditanam Robot
Kabupaten Nunukan menjadi daerah pertama di Indonesia yang akan menggunakan teknologi robot untuk pekerjaan penanaman kabel listrik
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Kabupaten Nunukan menjadi daerah pertama di Indonesia yang akan menggunakan teknologi robot untuk pekerjaan penanaman kabel listrik bawah laut.
Jaringan listrik kabel bawah laut ini akan menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) Sebaung dengan Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.
Nantinya dari pembangkit tersebut akan disalurkan listrik dengan daya 2x5 MW untuk melayani warga di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.
"Jadi secara teknis pembangunan jaringan ini sudah tidak masalah. Dan perlu kita bangga juga sebagai orang Nunukan bahwa pola pekerjaan sistem ini Nunukan yang pertama di Indonesia. Ada beberapa kabel laut di beberapa tempat tetapi polanya lama," ujarnya.
Teknologi robot ini menggunakan sistem pekerjaan seperti mengancing resleting celana. "Jadi kabel dimaksukkan, yang menggali robot. Sehingga tidak terjadi manusia sampai dua meter ke bawah. Dengan teknologi robot, sistemnya seperti menarik resleting celana," ujarnya.
Dengan sistem ini pula, masyarakat tidak akan terganggu dalam waktu cukup lama. Dari pihak perusahaan sendiri telah menyampaikan, pekerjaan menghubungkan antarpulau dengan galian dua meter di dasar laut, hanya menghabiskan waktu selama seminggu.
Ia memaklumi jika ada masyarakat yang khawatir jaringan bawah laut ini akan mengganggu aktivitas nelayan. Namun ia menegaskan, kabel tersebut tidak dibiarkan mengambang di permukaan laut melainkan akan ditanam sedalam dua meter dari dasar laut.
"Di Indonesia sebenarnya bukan baru di Nunukan dan Sebatik kabel bawah laut. Antara Jawa-Bali sudah ada dan pengalaman menunjukkan bahwa jika proses awal tidak dilakukan dengan benar maka ada yang menyangkut terjadi kecelakaan laut akibat sangkutan," ujarnya.
Pihak perusahaan sudah memperhitungkan, jangkar kapal tidak mungkin tertanam hingga dua meter. Dengan salah satu contoh ini, masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan penanaman jaringan kabel bawah laut ini. Apalagi nantinya dialur tersebut akan diberikan tanda khusus yang dapat diketahui masyarakat.
"Tetapi prinsipnya ini garansi langsung pihak PLN bahwa ini aman," ujarnya.
Kepala Distamben Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah mengatakan, pembangunan jaringan bawah laut ini sudah melalui kajian dan ada studi lingkungan terhadapnya sebelum diputuskan untuk memasang jaringan kabel bawah laut.
"Jadi saya pikir itu sudah melalui kajian dan ada studi sebelum kita tetapkan hal itu. Jadi tidak perlu khawatir, itu sudah kita bahas pada lintas SKPD maupun ada kajian lingkungan tentang hal itu," ujarnya.
Baca Juga: