Identitas Pengirim Sate Ayam Terungkap, Nenek di Boyolali Diduga Diracun, Ditemukan Tewas Tak Wajar
Kasus kematian janggal seorang nenek di Boyolali mulai terkuak setelah sang menantu mengaku sebagai pengirim sate ke korban.
Ringkasan Berita:
- Kasus kematian tidak wajar seorang nenek berinisial A di Boyolali berujung pada proses ekshumasi makam karena keluarga menaruh curiga pada kiriman sate ayam.
- Kecurigaan tersebut diperkuat setelah lima ekor ayam mati mendadak usai memakan sisa sate, hingga memicu dugaan adanya kandungan racun.
- Polisi kini telah memeriksa delapan saksi, termasuk menantu korban berinisial P.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus kematian yang dianggap janggal memerlukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Prosedur ini dilakukan oleh tim kedokteran kepolisian setelah pihak keluarga membuat laporan.
Di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kematian tak wajar dialami nenek berinisial A (57).
Korban ditemukan meninggal pada Selasa (19/5/2026) dan ekshumasi digelar pada Sabtu (30/5/2026).
Keluarga merasa janggal lantaran A mendapat kiriman sate ayam sehari sebelum meninggal.
Sebanyak lima ekor ayam mati setelah memakan sisa sate ayam yang telah dibuang.
Keluarga mencurigai sate ayam telah dicampur racun dan dikirim melalui driver ojek online.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyatakan delapan saksi telah diperiksa mulai warga, anak korban hingga menantu berinisial P.
Baca juga: Misteri Kematian Lansia dan Sate Diduga Beracun di Boyolali Belum Terungkap
Saat diperiksa, P mengakui perbuatannya telah mengirim sate ayam ke rumah A.
"Iya, mengakui (sate itu kirimannya). Sudah kita periksa (P)," ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Penyidik belum menyimpulkan A tewas akibat racun karena masih menunggu hasil autopsi.
"Besok ya. Kita tunggu hasil autopsi dulu. Pasti nanti kita sampaikan berita besarnya," lanjutnya.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga A, Wiwik Dwi Habsari, mengatakan permintaan ekshumasi didasari kecurigaan keluarga atas pengiriman sate ayam tanpa identitas.
“Keluarga tidak memiliki kecurigaan berlebihan, hanya ingin kepastian terkait kematian yang dianggap memiliki sedikit kejanggalan,” bebernya, dikutip dari TribunSolo.com.