Kisah Sukses Anak Seorang Satpam
Sharing Order lewat Pikulan
Karena titipan, jadi saya titipkan semua ke bank, saya beli rumah, nanti sertifikatnya saya titipkan
Bisa mandiri menjalani usaha, mendorong Samsul Anam untuk mengangkat potensi kampung kelahirannya. Ia berharap, anak muda di kampungnya maju bersama dalam usaha pengolahan logam, yang sudah jadi bagian tradisi kawasan Ngingas.
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA- Bisnis Samsul Anam boleh dibilang sudah mapan. Beragam produk logam telah dihasilkan UD Aji Batara Perkasa Mandiri (ABP). Sebutlah aksesori motor seperti, bagasi tangga, planger, fork, setelan rantai, setir, pangkon pelat nomor hingga pangkon AC dan TV LCD.
Selain menyuplai pesanan ke berbagai pulau di Tanah Air, produk usahanya pernah menjadi barang ekspor. Ribuan produknya yang diolah lanjutan oleh rekanan pernah mengisi pasar Negeri Paman Sam.
Untuk memudahkan pelanggan memesan produknya, Samsul Anam memajang katalog produk usahanya dalam website Maspion http://indonetwork.co.id/abp_mandiri.
Ia juga tidak perlu repot mendatangi pelanggan karena mereka cukup menelepon untuk order barang.
Dari produksi rutin, ABP kini bisa mendatangkan omzet hingga Rp 1,3 miliar per bulan. “Rata-rata omzet segitu, paling kecil, minimal Rp 1 miliar. Tapi, kalau lagi ramai, lebih dari Rp 1,4 miliar,” ujar Samsul Anam sambil tersipu saat berbincang dengan Surya.
Di balik kesuksesan yang dirasa sekarang ia belum mau berpuas diri. Ia terus mengembangkan usaha dengan memperluas lahan buat lokasi pabrik dan gudang. Pengembangan usaha dilakukan dengan membuka sub unit usaha seperti pembuatan pagar besi dan kanopi.
Bukan hanya pandai merebut pasar dan merebut kepercayaan pelanggan, Samsul Anam semakin lihai menjalankan bisnis dengan memutar modal pinjaman dari bank.
“Saya ingat pesan ibu saya, yang mengatakan 'dunia ini hanya titipan Gusti Allah, kita harus pintar bermain'. Karena titipan, jadi saya titipkan semua ke bank, saya beli rumah, nanti sertifikatnya saya titipkan,” ujarnya dalam nada bercanda.
Samsul Anam mengakui, jika salah satu kiat suksesnya adalah dengan memutar dana pinjaman bank. Ia memanfaatkan secara benar, dana yang ada itu untuk hal-hal produktif, bukan konsumtif seperti sebagian besar orang.
Rangkul Lingkungan
Tidak hanya berkutat dengan usaha pribadi, Samsul Anam membuka diri dengan merangkul lingkungannya. Sasarannya adalah para anak muda yang punya semangat dan sungguh-sungguh ingin maju serta berkecimpung di dunia bisnis.
Dalam pandangannya yang selalu ia sampaikan kepada para anak muda itu, “Istilahnya, lebih baik jadi pengusaha kecil daripada jadi pelayan besar," tandasnya.
Sebuah kebanggaan bila ada anak muda yang dulu karyawan pabrik sekarang bisa buka usaha sendiri meski masih dengan satu mesin,” ungkap sulung dari tujuh bersaudara itu.
Bersama pengusaha logam lain di kawasan Ngingas, akhirnya mereka membentuk komunitas Pikulan (Paguyuban Industri Kecil Unit Logam Ngingas). Samsul Anam dinobatkan sebagai ketua.
Lewat komunitas ini, pelaku industri logam rumahan di Ngingas saling mendukung. Mereka juga aktif berkonsultasi dengan pemkab dan Pemprov Jatim untuk bimbingan dan bantuan. “Kami bisa sharing masalah dan orderan, kalau saya overload, seringkali saya orderkan ke teman lain,” terangnya.
Ke depan, bapak satu anak ini berharap industri rumahan di Ngingas, semakin maju dan banyak warga setempat yang tumbuh jadi pengusaha sukses.
(Dyan rekohadi)