Gemar Manfaatkan Sampah Antar Hanna ke Jepang
Kreativitas dimulai dari lingkungan sekitar. Salah satunya memanfaatkan sampah. Hal ini yang diutarakan oleh Hanna Quicilla
Penulis:
Agustina Rasyida
Editor:
Anita K Wardhani

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina N.R
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kreativitas dimulai dari lingkungan sekitar. Salah satunya memanfaatkan sampah. Hal ini yang diutarakan oleh Hanna Quicilla, siswi kelas 9, SMPN 85 Jakarta.
"Aku suka bikin birthday card dari kardus bekas, terus dibuat pop-up, dikasih teman yang ultah," ujar Kiara.
Kreativitasannya pun dipuji teman-temannya. Barang bekas atau sampah tak asing lagi baginya. Di sekolah, ia dan teman-temannya membuat kreasi dari barang bekas.
Menurut Kiara, ia dan teman-teman sekolahnya membuat bubur kertas dari kertas bekas, kemudian dicetak bentuk-bentuk lucu, dikeringkan, setelah itu hasil cetakan dilekatkan dengan magnet, dan jadi lah tempelan kulkas.
Perhatiannya tentang lingkungan juga ia tuangkan lewat dan tulisan. Salah satu hasil karyanya yang membicarakan perbedaan lingkungan dulu dan sekarang dalam kompetisi Eco Picture Diary 2012.
"Aku menceritakan soal perbedaan lingkungan duku dan sekarang, ada gambar cara pencegahan kerusakan lingkungan," lanjut Kiara.
Kiara menceritakan lima hal tentang kerusakan lingkungan yang ia temui dan membuatnya prihatin. Cerita yang paling memprihatinkan dirinya adalah kondisi di sekitar Puncak, Jawa Barat. Ketika beberapa tahun lalu, kondisi Puncak masih sangat hijau, ada kebun, tanaman, dan pohon-pohon. Ketika ia ke Puncak tahun ini bersama sekolahnya, ia tak menemui kondisi tersebut. Lokasi di sekitar Puncak dijadikan deretan perumahan, pohon-pohon banyak yang ditebang.
"Selain itu aku gambar kondisi pabrik dan kali Ciliwung di sketch book, ada lima gambar, dan lima cerita, ya ada sisi curhatnya dikit sih," jawab Kiara sambil tersenyum.
Karena kejeliannya melihat kerusakan lingkungan di sekitar. Kiara dihadiahi trip ke Kyoto, Jepang, untuk mewakili Indonesia di ajang Eco Picture Diary tingkat global.
"Ini pertama kali aku abroad dan pertama ke Jepang," kata penyuka kartun Jepang tersebut.
Untuk kepergiannya ke negara Sakura, Kiara telah memersiapkan baju hangat, dan properti kompetisi. Selain berkompetisi, Kiara ingin meluaskan persahabatannya dengan peserta negara lain, menambah ilmu tentang lingkungan, dan tentu saja membeli sovenir khas Jepang. Kiara mulai perjalanannya dari Jakarta 3 November, sedangkan kompetisi EPD berlangsung mulai 4 - 8 November.
"Perubahan dimulai dari diri sendiri, hal kecil yang dilakukan sudah memberikan perubahan. Misalnya memilah sampah sesuai jenisnya di tong sampah dan memanfaatkan benda-benda nggak berguna menjadi benda baru,"