Sabtu, 30 Agustus 2025

Bacaan Doa

Doa agar Hujan Reda, Membawa Berkah dan Tidak Menimbulkan Musibah

Doa agar hujan reda dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Hujan merupakan rahmat Allah, namun juga dapat membawa peringatan kepada manusia.

|
Canva/Tribunnews
DOA AGAR HUJAN REDA - Gambar dibuat di Canva, Sabtu (30/8/2025). Doa agar hujan reda dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan diambil dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. 

TRIBUNNEWS.COM - Doa agar hujan reda dapat dibaca untuk memohon kepada Allah agar hujan turun di tempat lain.

Isi bacaan doa tersebut tidak secara langsung memohon agar hujan berhenti, namun agar hujan tidak menimpa langsung kepadanya.

Kementerian Agama Republik Indonesia dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari menyebutkan doa hujan yang dibaca ketika hujan turun.

Doa itu disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, yang berbunyi, “Adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila melihat hujan beliau berdoa: Allaahumma shayyiban naafi’aa (Ya Allah, jadikan curahan hujan ini yang membawa manfaat kebaikan).”

Setelah hujan reda, umat Islam dapat membaca doa syukur atas hujan yang turun sebagai rahmat.

Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

"Barang siapa yang mengatakan: Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih, maka dia telah beriman kepada Allah dan mengingkari ilmu perbintangan." (HR. Bukhari no. 846, Muslim no. 71)

Dalam skripsi berjudul Hadis Air Hujan antara Rahmat dan Musibah (Kajian Pemahaman Hadis) oleh Teddy Isna Pratama, mahasiswa jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2023, disebutkan lafal doa agar hujan reda.

Doa agar Hujan Reda

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā, allāhumma ‘alal-ākāmi wadh-dhirābi wa buṭūnil-awdiyati wa manābitisy-syajar.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan langsung menimpa kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, di gunung-gunung, di lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Baca juga: Doa Hujan, Bentuk Syukur atas Rahmat Allah yang Tak Boleh Dicela

Doa Setelah Hujan Reda

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Muṭirnā bi faḍlillāhi wa raḥmatih

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

Hadis dan Dalil Al-Quran Tentang Hujan

Hujan yang diturunkan oleh Allah dapat menjadi pertanda datangnya rahmat dan bencana.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah.

“Dan telah menceritakan kepada kami Yaḥya bin Yaḥya telah mengabarkan kepada kami Ja'far bin Sulaimān dari Tsābit al Bunānī dari Anas ia berkata; Kami diguyur hujan ketika bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau membuka pakaiannya sehingga terkena hujan, lalu kami pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa Anda melakukan hal itu?" beliau menjawab: "Karena hujan ini baru saja turun dari tuhannya." (HR. Muslim, no. 898)

Hujan sebagai rahmat juga disebutkan dalam Al-Quran Surat Qaf ayat 9 yang artinya:

"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen."

Selain itu, hujan juga dapat menjadi pertanda bencana dan peringatan dari Allah.

Adapun doa agar hujan reda diambil dari hadis tersebut, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqātil berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah bin Al Mubārak berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Auza'i berkata, telah menceritakan kepada kami Isḥāq bin 'Abdullah bin Abū Ṭalḥah al Anṣarī berkata, telah menceritakan kepadaku Anas bin Mālik berkata:

"Di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam manusia pernah terkena musibah paceklik kekeringan. Pada hari Jum'at ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang memberikan khutbah, tiba-tiba seorang Arab badui berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo'alah kepada Allah agar menurunkan hujan untuk kita!" Anas bin Mālik berkata, "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangannya. Dan saat itu tidak sedikitpun ada awan di langit."

Anas bin Mālik melanjutkan perkataannya, "Maka awan seperti gunung bergerak. Beliau belum lagi turun dari mimbarnya hingga aku melihat air hujan membasahi jenggotnya. Maka pada hari itu kami mendapatkan hujan hingga esok harinya dan lusa, hingga hari Jum'at berikutnya. Pada hari Jum'at berikut itulah orang Arab badui tersebut, atau orang yang lain berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo'alah kepada Allah untuk kami!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangannya: 'ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeling kami saja dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami) '. Belum lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya ke langit, awan tersebut telah hilang. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan aliran-aliran air, bahkan tidak mendapatkan sinar matahari selama satu bulan." Anas bin Mālik berkata, "Tidak ada satupun orang yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut.” (HR. Bukhari, no. 1033)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah berdoa kepada Allah dengan kerendahan hati dan lemah lembut, memohon agar hujan tersebut dipindahkan ke sekelilingnya agar tidak menimbulkan kerusakan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan